Beranda

Ganggu Aktivitas Mahasiswa Polinela Keluhkan Listrik dan Air di GKB

Keadaan ruang kelas dan fasilitas air di GKB Polinela|Perssukma.id/Dok.Ukm Pers SUKMA

Mahasiswa yang beraktivitas di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali mengeluhkan ketidakstabilan pasokan listrik dan air yang terjadi berulang kali sejak September 2025. Pada Jumat, 3 Oktober 2025, keluhan ini kembali mencuat karena dianggap mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Gangguan tersebut menyebabkan lampu dan Air Conditioner (AC) sering padam serta terhentinya pasokan air di toilet, terutama pada siang hingga sore hari. Diduga banyaknya pemakaian arus listrik untuk komputer di laboratorium, AC, dan peralatan elektronik di ruang dosen membuat tegangan listrik menjadi lemah.

Mahasiswa juga mengeluhkan masalah air keran yang sering mati hampir setiap hari, terutama pada waktu siang hingga sore. Masalah ini telah berlangsung selama beberapa minggu dan menimbulkan kesulitan dalam melakukan aktivitas dasar seperti mencuci tangan dan menggunakan toilet. Fasilitas kamar mandi yang ada pun sering tidak berfungsi dengan baik karena air mati, sehingga mahasiswa terpaksa menunda aktivitas.

Yessica Amelia, Mahasiswi Program Studi (Prodi) Akuntasi Perpajakan (AKTP) mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. “Saya sebagai mahasiswa yang sering menggunakan ruang kelas itu merasa sangat terganggu dengan kondisi air keran yang sering mati di kampus. Ini bukan hanya masalah kenyamanan, tapi juga berdampak pada kesehatan dan produktivitas kita sehari-hari," ungkapnya.

Chesaria Sandova Amelia, Mahasiswi Prodi AKTP menjelaskan bahwa dirinya sering mengalami kesulitan dengan air keran yang mati, terutama saat perkuliahan berlangsung. "Saya sebagai mahasiswa sering mengalami kesulitan dengan air keran yang sering mati di GKB, terutama pada siang hari saat ada kelas. Saya belum pernah mengajukan keluhan resmi ke pihak kampus, namun pernah bertanya kepada staff kebersihan. Menurut saya, ketersediaan air yang memadai sangat penting untuk mendukung kegiatan akademis dan kenyamanan mahasiswa," jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Eksal Alfarisi, Mahasiswa Prodi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) mengungkapkan kekhawatiran terkait air toilet yang sering mati. "Bisa dibilang menyusahkan mahasiswa, karena khawatirnya saat ada keperluan mendesak, ternyata air tidak ada dan harus mencari toilet lain," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Faiz Nurrahman, penjaga GKB memberikan penjelasan terkait keluhan mahasiswa terutama tentang air yang menurutnya diakibatkan oleh penyumbatan kotoran di toren. “Saya sering mendengar keluhan dari para Mahasiswa dan Dosen tentang fasilitas. Namun, setiap pagi saya selalu memeriksa semua ruangan, termasuk toilet, mulai dari kelistrikan, seperti arus listrik, Televisi (TV), AC dan terminal colokan. Mengenai keluhan kekurangan air di kamar mandi, hal ini disebabkan gedung hanya memiliki tiga toren air yang terbagi dengan kantin. Toren tersebut sering tersumbat kotoran, sehingga air tidak dapat mengalir. Saat ini, saya berusaha untuk menstabilkan tegangan listrik dan rutin membersihkan toren air untuk mencegah penyumbatan,” ujarnya.

Yessica berharap agar pihak kampus segera bertindak cepat dan memberikan solusi yang efektif. “Saya berharap pihak kampus bisa lebih responsif dan transparan dalam menangani masalah ini, serta memberikan solusi yang efektif atau pemberitahuan yang jelas kepada mahasiswa,” tutupnya.

Pihak kampus belum memberikan respons resmi terkait keluhan mahasiswa mengenai permasalahan air yang sering mati. Hingga saat ini juga belum ada pemberitahuan ketika terjadi gangguan pasokan air, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi mahasiswa. Permasalahan ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti agar kegiatan perkuliahan dan aktivitas di lingkungan kampus dapat berjalan dengan lancar. (*)

 Penulis : Fenna Enjellia, Binti Sholehah Layinatul Qolbi

Penyunting : Heidy

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar