(16/05/2026) Garda Fair 2026, Bukti Semangat Berkarya| Perssukma.blogspot.com/Dok. UKM Pers SUKMA
Sabtu, 16 Mei 2026, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Garda Kedisiplinan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar Garda Fair 2026 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA) se-Provinsi Lampung, dengan mengusung tema ”Kreativitas tanpa batas dan bersatu untuk meraih keberhasilan”. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang perlombaan bagi pelajar sekaligus wadah melatih kerjasama tim dan kedisiplinan di tengah menurunnya minat mahasiswa dalam berorganisasi.
Garda Fair 2026 menghadirkan beberapa cabang perlombaan, di antaranya Lomba Peraturan Baris Berbaris (LPBB) Variasi Formasi (VARVOR), Lomba Formasi Pengibaran Bendera (LFPB), Joget Komando (JOKOM), dan Yel-Yel.
Ridho Akmal Sembiring, Ketua Umum (Ketum) UKM Garda Kedisiplinan mengatakan bahwa Garda Fair 2026 menjadi sarana memperkenalkan Polinela serta Garda Fair kepada pelajar SMA maupun SMK. “Tujuannya ini memperkenalkan Polinela sekaligus acara kita. Event kita ini kan bisa di bilang perlombaan ya, perlombaan itu bukan berarti hanya individu, melainkan kerja sama tim. Di situlah kami menganggap acara ini penting,” katanya.
Bima Maroza, salah satu Perwakilan Tim dari MAN 1 Lampung Timur mengungkapkan bahwa timnya mengikuti dua cabang perlombaan dalam kegiatan tersebut. Ia menilai Garda Fair 2026 memberikan pengalaman baru serta mempererat kebersamaan antaranggota tim. “Yang diambil dari perlombaan ini, besar keseruan, kebersamaan dan kekompakan teman-teman,” nilainya.
Ridho menjelaskan bahwa Garda Fair 2026 memiliki perubahan dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini panitia menggunakan juri yang berbeda dan dinilai lebih sesuai dengan bidang perlombaan. “Tahun ini kita buat perubahan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama pada sistem dan juri perlombaan. Mulai dari sistem juri, kita pakai di luar dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), ” jelasnya.
Di tengah menurunnya minat mahasiswa mengikuti organisasi, Ridho mengaku jumlah anggota UKM Garda tidak terlalu banyak. Namun, hal tersebut tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan Garda Fair 2026. “Terkait Sumber Daya Manusia (SDM), sebenernya SDM di Garda itu tidak terlalu banyak ya. Jadi, kami fokus terhadap tugas masing-masing. Setiap anggota memiliki tanggung jawab masing-masing. Dari situlah tugas dijalankan sesuai pembagian kerja,” jelasnya.
Jamaludin Adimiharja, Pembina UKM Garda Kedisiplinan mengapresiasi kinerja dan kekompakan anggota aktif selama mempersiapkan acara. Meski jumlah anggota tidak terlalu banyak, seluruh persiapan hingga pelaksanaan kegiatan tetap dapat berjalan dengan baik melalui pembagian tugas antar anggota. “Acara ini sudah disiapkan dua bulan sebelum kegiatan. Dan kegiatan ini semua dilaksanakan oleh anggota aktif. Jadi tidak ada bantuan dosen terjun ke lapangan,” ungkapnya.
Jamaludin menuturkan meskipun jumlah anggota tidak banyak, kualitas anggota menjadi hal utama dalam organisasi sehingga Garda tetap mampu menjalankan kegiatan berskala besar. “Tunjukkan bahwasannya dengan sedikit anggota kalian tetap berkualitas,” tuturnya.
Garda Fair 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga membuktikan bahwa semangat kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab mampu melahirkan kegiatan besar yang berdampak positif. Di tengah menurunnya minat mahasiswa berorganisasi, UKM Garda Kedisiplinan Polinela menunjukkan bahwa kualitas, kekompakan, dan komitmen anggota tetap menjadi kunci keberhasilan. Melalui Garda Fair 2026, diharapkan semangat berorganisasi dan jiwa kepemimpinan generasi muda terus tumbuh serta mampu menciptakan prestasi tanpa batas. (*)
Reporter: Rizqia Asya Dewi, Novita Syifa Azahra
Penyunting: Akbar