Bulan
Oktober 2025, Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali menorehkan
prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional melalui berbagai
bidang kompetisi.
Prestasi
pertama diraih melalui ajang Pugnator
Open International Taekwondo Competition 2025 yang diselenggarakan pada 1-3
Oktober 2025 lalu. Dua mahasiswa Polinela berhasil mengantongi 3 mendali yang
diterima oleh Trio Refky Wahyu Putra, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi
Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL), meraih Juara 3 Kyorugi Senior Putra U-54 dan
Ilham Saputra dari Prodi Teknologi Rekayasa Elektronika (TRE) memperoleh medali
emas pada kategori Poomsae Senior.
Sedangkan, untuk perwakilan putri di bidang taekwondo dalam ajang Pugnator International Taekwondo Sport
Tourism Yogyakarta 2025, diperoleh Mahasiswi Prodi D3 Perjalanan Wisata
(PW), Annisa Tazqia Sari yang meraih Juara 2 Kyorugi Senior Putri U-57.
Selain
itu, Ahmad Setiawan, Mahasiswa Prodi Produksi dan Manajemen Industri Perkebunan
(PMIP) juga berhasil memperoleh Juara 1 dalam ajang Taekwondo Open International 2025.
Pada
bidang kopi dan agribisnis, mahasiswa Polinela juga menunjukkan kemampuan
terbaiknya. Hadi Cahyono, mahasiswa Prodi Agribisnis Pangan (AGBP), berhasil
meraih Juara 1 dalam Lomba Kreasi Tubruk Nusantara SKA Coffee Fest 2025 tingkat nasional. Di ajang Agriculture Innovation Technology
Competition (AITEC) 7 International 2025, Shifa Salsabila dari Prodi
Pengembangan Produk Agroindustri (PPA) meraih Juara 1 dalam Lomba Sortasi Kopi,
sedangkan Efda Aliansyah dari Prodi Agribisnis Peternakan (AGRIPET) bersama
Guna Darma dari Prodi Teknologi Produksi Ternak (Tekproter) meraih Juara 3
dalam Lomba Handling Ternak.
Efda
Aliansyah peraih Juara 3 Lomba Handling
Ternak menjelaskan bahwa tantangan utama selama lomba adalah menghadapi ternak
yang cukup giras. “Tantangan terbesar kami adalah menghadapi ternak yang cukup
giras. Oleh karena itu, tim kami harus kompak dan mampu membuat ternak menjadi
tenang agar penilaian bisa maksimal,” jelasnya.
Efda
juga menambahkan bahwa pentingnya kerja sama dalam tim. “Walaupun kami mendapat
ternak yang lebih giras, yang penting kami berani dan kompak agar bisa
mengendalikan ternak tersebut dengan aman dan tenang ketika merobohkannya,”
tambahnya.
Sementara
itu, Shifa Salsabila, peraih Juara 1 Lomba Sortasi Kopi, menyampaikan bahwa
keikutsertaannya dalam lomba tersebut berkaitan dengan bidang studi yang ia
tekuni. “Waktu Ketua Prodi (Kaprodi) mengabari ada lomba sortasi kopi, saya
langsung semangat untuk ikut dan ingin mengasah kemampuan saya,” ujarnya.
Shifa
juga mengatakan rencananya untuk memperdalam pengetahuan mengenai proses
pascapanen kopi, khususnya terkait pengaruh sortasi terhadap cita rasa dan
kualitas akhir. “Sortasi kopi paling penting itu ketelitian dan kepekaan mata.
Kita harus benar-benar jeli membedakan mana biji yang bagus dan mana yang
cacat. Prosesnya membutuhkan kesabaran dan fokus agar hasil sortasi maksimal
serta kualitas kopi tetap terjaga,” tutupnya.
Tidak
hanya di bidang agribisnis dan peternakan, mahasiswa Polinela juga berprestasi
di bidang inovasi pertanian dan pariwisata. Dalam ajang AITEC 7 International
2025, Agung Satrio dan M. Iqbal Fakhriza dari Prodi Pengelolaan Perkebunan Kopi
masing-masing berhasil meraih Juara 2 (Perak) dan Juara 3 (Perunggu) pada
kompetisi Barista Manual Brew V60.
Sementara itu, di bidang pariwisata, tim Prodi D3 PW yang terdiri atas Moch.
Hidayat Nur Awaludin dan Kayla Olivia Khairunnisa meraih Juara 2 Kategori Ahli
dalam Tour Package Competition National Tourism Vocational Skills
Competitions NTVSC 2025 yang berlangsung pada 20 Oktober 2025. Tim ini
menampilkan rancangan paket wisata edukatif dan berkelanjutan yang mendapatkan
apresiasi tinggi dari dewan juri nasional.
Rangkaian capaian tersebut menambah daftar prestasi Mahasiswa Polinela pada tahun 2025 dan menunjukkan konsistensi kegiatan akademik serta pengembangan kompetensi mahasiswa di berbagai bidang. (*)
Penulis : Putri Anisah Ardiana, Yuki Elisabeth
Penyunting : Rizky

