Beranda

EPA 2025, Wadah Pengembangan Kompetensi Bahasa Inggris bagi Generasi Muda

 

Suasana di dalam Gedung Serba Guna Polinela | Perssukma.id/Juan


English Club (EC) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali menggelar English Provincial Award (EPA) 2025 pada 26-27 Oktober 2025, di Gedung Serba Guna (GSG) Polinela. Kompetisi tahunan ini mempertemukan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sederajat, Mahasiswa, dan Umum dalam ajang unjuk kemampuan berbahasa inggris. Acara ini mengusung tema "Survive the Game with the Power of Extraordinary Challenge".

Nur Laila Maharani, Ketua Pelaksana (Ketuplak) EPA 2025menjelaskan tema yang diangkat terinspirasi dari serial Squid Game, yang menggambarkan semangat peserta dalam menghadapi tantangan dengan cara yang luar biasa. “Tema ini kami ambil dari Squid Game karena menggambarkan perjuangan, kerja keras, dan strategi untuk bertahan dalam berbagai tantangan. Kami ingin peserta tidak hanya berkompetisi, tapi juga belajar beradaptasi dan menunjukkan potensi terbaiknya secara kreatif dan kompetitif,” jelasnya.

Laila menambahkan bahwa EPA merupakan kegiatan tahunan yang terus berkembang dari tahun ke tahun, baik dari segi konsep maupun jangkauan peserta. “Persiapannya cukup panjang, mulai dari Juli sampai Oktober. Untuk memikirkan bagaimana konsep tahun ini, karena pastinya berkembang dari tahun sebelumnya. Namun, tantangan terbesarnya adalah mencari peserta dari berbagai provinsi dan menyesuaikan jadwal lomba dengan kegiatan kampus. Tapi kami bangga karena EPA 2025akhirnya bisa terlaksana dengan sukses,” tambahnya.

Acara perlombaan ini menghadirkan empat cabang utama, yaitu Debate, Speech, News Casting, dan Scrabble Competition. Dari keempat cabang tersebut, Speech dan Scrabble menjadi yang paling diminati. Setiap cabang dirancang untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris, berpikir kritis, serta membangun rasa percaya diri peserta.

Hazel Aileen Renata Nababan, salah satu peserta dari SMA Yos Sudarso Metro mengatakan bahwa dalam mempersiapkan lomba Speech Competition, ia menjalani proses latihan yang cukup padat. Saya mengetahui lomba ini dari pelatih saya, kemudian mengikuti seleksi dan akhirnya lolos. Persiapannya cukup padat, saya mempelajari tema yang diberikan panitia, berlatih pronunciation, serta mengembangkan improvisasi dalam gaya berbicara,” ujarnya.

 

Hazel menambahkan pada sistem final yang dilakukan dengan pengacakan temamembuat kompetisi ini terasa lebih menantang. “Pas final itu temanya diacak, jadi harus hafal dua naskah sekaligus. Tapi justru karena hal tersebut membuat seru dan melatih kesiapan mental,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, EC Polinela menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kemampuan komunikasi internasional di kalangan pelajar dan mahasiswa. EPA 2025 bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, kolaborasi, dan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkembang. (*Jhon)


Penulis : Juan Aditio Kurniawan, Eka Nursani


Penyunting : Jhon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar