Gebyar Mahasiswa (GEMA) Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) 2025 resmi diselenggarakan pada Minggu, 26 Oktober 2025, di Ruang Sidang dan Gedung Kuliah Bersama (GKB) Politeknik Negeri Lampung (Polinela). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Beasiswa Anak Negeri (Formaban) Polinela sebagai ajang pengembangan kreativitas dan inovasi bagi penerima beasiswa KIP se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Dengan mengusung tema “Membangun Indonesia Emas Melalui Kreativitas dan Inovasi Generasi Muda,” acara tersebut bertujuan mendorong semangat berkarya mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan.
M. Rhamanda, Ketua Pelaksana (Ketuplak) GEMA KIP-K menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun semangat dan motivasi akademik mahasiswa penerima bantuan pendidikan. “Acara ini bertujuan untuk membangun semangat, meningkatkan kreativitas, dan prestasi akademik penerima beasiswa KIP-K. Ditujukan sebagai bekal membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Rhamanda menambahkan bahwa tema yang diangkat mencerminkan semangat generasi muda yang sebagai penggerak bangsa. “Tema yang diangkat, disesuaikan dengan generasi muda sebagai penggerak kemajuan dengan ide-ide kreatif dan inovasi bangsa. Hal ini selaras guna mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing di tahun 2045,” tambahnya.
Sementara itu, Agung Adi Chandra, Wakil Direktur (Wadir) III Polinela menjelaskan bahwa Formaban merupakan wadah bagi Mahasiswa Polinela terkhususnya bagi penerima beasiswa di kampus. “Formaban adalah forum atau tempat yang mewadahi mahasiswa beasiswa yang ada di Polinela. Saat ini di Polinela, ada sekitar 3.000 mahasiswa penerima bantuan KIP-K dan Bantuan Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi). Dengan adanya GEMA KIP-K, kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena bisa menjadi ruang pengembangan diri dan prestasi mahasiswa,” ujarnya.
Sidiq Jaya Laksana, Ketua Umum (Ketum) Formaban Polinela menjelaskan bahwa GEMA KIP-K 2025 merupakan penyelenggaraan kedua yang kini dilaksanakan secara regional se-Sumbagsel, setelah sempat terhenti pada tahun 2024. “Sebenarnya GEMA sempat berhenti di kepengurusan 2024 dan alhamdulillah, di tahun 2025 ini bisa kembali dilaksanakan. Untuk menentukan konsepnya itu benar-benar ditentukan pada bulan Mei 2025, mulai dari melakukan rapat dan menentukan jenis perlombaan yang akan diadakan,” jelasnya.
Tahun ini terdapat empat cabang perlombaan utama, yaitu desain grafis, pidato, esai, dan solo song. Dari keempatnya, cabang solo song dan pidato menjadi yang paling diminati dengan puluhan peserta dari berbagai kampus di wilayah Sumbagsel.
Dela Handayani, Penanggung Jawab (PJ) Lomba desain grafis menjelaskan bahwa pemilihan cabang ini didasarkan oleh relevansinya terhadap perkembangan teknologi dan komunikasi masa kini. “Desain grafis ini sangat relevan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi saat ini. Kami ingin mendorong peserta menciptakan karya yang bermakna dan relevan dengan isu pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Wulan Nur Aisyah, Mahasiswi Universitas Lampung (Unila) berhasil meraih juara pertama pada kategori lomba esai dengan karya berjudul Lab Cauntion (laboratory collaboration). Ia menjelaskan bahwa idenya berupa situs web penghubung antara mahasiswa atau peneliti dengan laboratorium penelitian. “Saya membuat karya sebuah website yang mempermudah mahasiswa atau peneliti menemukan laboratorium, ini untuk menunjang penelitian. Idenya baru, belum ada pesaingnya dan saya sudah buat Prototype,” jelasnya.
Wulan juga menambahkan apresiasinga terhadap penyelenggaraan acara yang dinilai bagus, mulai dari fasilitas dan benefit yang ia dapati. “Menurut saya, acaranya bagus banget panitianya ramah tadi juga kita di jemput dan diantar pulang. Fasilitasnya juga lengkap, bahkan biaya pendaftarannya terjangkau dengan benefityang banyak,” tambahnya.
Sidiq berharap kegiatan GEMA KIP-K dapat menjadi wadah pembuktian bagi mahasiswa penerima KIP-K bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk berprestasi. “Dari kegiatan ini, harapannya bisa menunjukkan bahwa mahasiswa penerima KIP-K, yang datang dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu, mampu menjadi agen perubahan menuju generasi emas tersebut. Untuk seluruh panitia, semoga dari acara tahun ini kita bisa banyak belajar dan kepengurusan berikutnya bisa mempertahankan acara GEMA ini,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Formaban Polinela menunjukkan komitmennya untuk terus menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan semangat kolaborasi di kalangan penerima KIP. Kegiatan ini juga menjadi ajang pengembangan potensi dan prestasi mahasiswa, sekaligus sarana memperkenalkan Polinela kepada masyarakat luas. (*)
Penulis : Jhon Hanan Sipakkar, Eka Nursani
Penyunting : Rizki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar