Satu unit sepeda motor milik salah satu Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dilaporkan hilang pada Minggu, 26 Oktober 2025. Kejadian berlangsung di sekitar area Masjid Al-banna Baru, saat korban tengah menunaikan ibadah salat. Insiden ini terekam kamera Closed-Circuit Television (CCTV) dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak keamanan kampus.
Korban, Ahmad Azka Al Farid, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (Bispro) menceritakan kronologi kejadian tersebut. “Waktu itu habis pertandingan catur Polinela Cup, saya salat Asar di masjid sekitar jam empat sore. Setelah salat, saya sempat ngobrol sebentar sama teman. Pas mau pulang, saya lihat ke arah parkiran, motor saya sudah tidak ada,” ungkapnya.
Azka mengatakan, ia langsung mencari di sekitar lokasi dan menanyakan ke beberapa orang. “Saya sempat tanya ke marbot sama beberapa orang yang duduk di depan masjid, tapi semuanya bilang enggak tahu. Akhirnya saya ke pos satpam bareng dua teman buat ngecek CCTV,” jelasnya.
Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat seseorang membawa motor tersebut sekitar pukul 16.30 WIB. Menurut pemilik motor atau korban, ia baru menyadari kehilangan itu beberapa menit kemudian tepatnya menjelang pukul lima sore. Setelah mengetahui motornya hilang, ia segera mengecek sekitar lalu melapor kepada pihak keamanan dan menghubungi orang tuanya untuk memberi tahu kejadian tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak keamanan langsung merespons dengan cepat. “Waktu itu juga langsung dicek sama satpam dan polisi datang. Mereka olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), terus malamnya saya lanjut bikin laporan resmi ke Kepolisian Sektor (Polsek) Kedaton,” katanya.
Meski begitu, Azka mengaku belum mendapat kabar lanjutan dari pihak kampus. “Kalau dari kampus belum ada yang ngontak langsung, cuma dosen prodi tahu dan ngasih dukungan,” ungkapnya.
Perwakilan Satuan Pengamanan (Satpam) yang ditemui menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada sore hari ketika kampus dalam kondisi sepi karena hari libur dan lokasi kejadian jauh dari pos keamanan. “Waktu itu hari libur, kami fokus di depan yang ada kegiatan resmi seperti Olahraga, English Club (EC), sama Kartu Indonesian Pintar (KIP). Jadi memang tidak ada yang jaga di gedung Ki Hajar Dewantara (KHD) waktu itu. Posisinya dia bilang parkir jam setengah lima, tapi dari CCTV kelihatan udah dari jam setengah empat dia naruh motor. Posisi motor enggak dikunci stang dan parkirnya juga bukan di area resmi,” ujarnya.
Satpam menambahkan kasus kehilangan ini sudah dilaporkan secara resmi dan kini ditangani pihak kepolisian, atau dalam proses penyelidikan. “Begitu kejadian, kami langsung hubungi Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) wilayah Kedaton. Polisi datang ke lokasi, cek CCTV, dan orang tua korban juga sudah datang buat laporan resmi ke kantor polisi,” tambahnya.
Pihak keamanan juga menegaskan bahwa musibah ini menjadi pengingat, agar mahasiswa lebih berhati-hati dan tidak menyepelekan keamanan kendaraan. “Seburu-buru apa pun, periksa dulu kunci, tambah pengaman kalau bisa. Jangan nyalahin dulu keamanan kalau kitanya sendiri yang kurang waspada. Rasa aman itu muncul dari diri sendiri dulu,” tegasnya.
Menanggapi kejadian ini, Fitra Ditskiya, Mahasiswa Prodi Manajemen Informatika (MI), menyampaikan pendapatnya yang menurutnya mahasiswa juga harus lebih hati-hati dan aware. “Menurut saya enggak bisa nyalahin satu pihak aja, kejadiannya juga pas hari libur, jadi satpam juga pasti fokus di acara-acara yang lagi jalan. Tapi kita sebagai mahasiswa juga harus lebih hati-hati, lebih aware sama sekitar apalagi ini bukan yang pertama, jadi ya semoga bisa kita jadiin pelajaran. Satpam juga kan punya banyak tugas, bukan Cuma jagain motor mahasiswa aja,” ucapnya.
Satpam berharap mahasiswa bisa jadi lebih peduli dan menghargai kerja petugas keamanan. Menurutnya, keamanan bukan cuma tugas dari satpam, tetapi juga tanggung jawab bersama. “Kita di sini kalau hujan ya basah, panas ya kepanasan, tapi tetap jaga. Kadang cuma ingin dengar ucapan ‘makasih’ aja udah senang. Harapannya, mahasiswa juga dapat sadar dan tidak menyepelekan aturan parkir,” tutupnya.
Dari pihak keamanan mengimbau kepada seluruh Mahasiswa Polinela, untuk selalu parkir di titik parkir kampus yang resmi seperti area KHD, Jembatan, Gedung B, Gedung Kuliah Baru (GKB), Seroja, dan Sakura. Karena di titik parkir yang resmi tersedia pos jaga, sehingga berada di dalam pantauan petugas. Sebagai Mahasiswa Polinela juga tetap harus waspada dan menjaga kendaraan masing-masing. (*)
Penulis : Adit indra Lesmana, Arya Rohmatuloh
Penyunting : Rizky
Tidak ada komentar:
Posting Komentar