Jurusan Perikanan dan Kelautan (PK) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) resmi membuka pendaftaran Mahasiswa Baru (Maba) Tahun Ajaran (TA) 2026/2027 untuk dua Program Studi (Prodi) baru, yaitu Sarjana Terapan (S1 Terapan) Teknologi Akuakultur dan S1 Terapan Teknologi Cerdas Penangkapan Ikan (TCPI). Langkah ini diambil untuk menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri perikanan saat ini.
Pindo Witoko, Ketua Jurusan (Kajur) PK menjelaskan bahwa pembukaan prodi ini telah melalui serangkaian persiapan administratif dan akademik. “Di akhir tahun 2025 itu keluar Surat Keputusan (SK) pembentukan Prodi Teknologi Akuakultur dan TCPI. Kedua prodi tersebut telah didaftarkan untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), yang nantinya akan mulai menerima mahasiswa baru pada TA 2026/2027,” jelasnya.
Kedua prodi tersebut memiliki spesialisasi yang saling melengkapi. Teknologi Akuakultur berfokus pada budidaya, sedangkan TCPI berfokus pada penangkapan ikan. Tujuannya sama, yaitu menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mengelola dan memanfaatkan sumber daya perikanan secara efektif dan berkelanjutan melalui penguasaan alat, sistem, dan metode teknologi yang digunakan di industri perikanan.
Kurikulum dirancang berbasis pendidikan vokasi dengan pembelajaran yang menekankan praktik, teknologi, dan penerapan langsung di lapangan. Melalui penerapan teknologi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), sonar, navigasi satelit, hingga sistem pemantauan kapal (vessel monitoring system).
Nur Indariyati, Koordinator Prodi (Kaprodi) Teknologi Akuakultur mengungkapkan bahwa prodi ini dibuka untuk merespons digitalisasi dalam industri perikanan. “Pembukaan prodi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bentuk respons terhadap digitalisasi. Industri perikanan yang dulunya bersifat tradisional, kini bertransformasi menjadi sistem intensif berbasis teknologi,” ungkapnya.
Denta Tirtana, Kaprodi TCPI menjelaskan bahwa kehadiran prodi ini menjadi solusi strategis bagi Provinsi Lampung yang memiliki potensi kelautan lengkap. Mahasiswa akan dibekali kompetensi menyeluruh yang memadukan keahlian teknis perikanan dan teknologi digital masa kini. “Di sini kita belajar mengenai alat tangkap, kapal, pelabuhan, hingga sosial ekonomi perikanan tangkap. Salah satu yang akan dikembangkan adalah penggunaan sistem informasi berbasis AI untuk membantu membangun SDM di Provinsi Lampung, karena saat ini masih jarang tenaga ahli yang memiliki bidang ilmu perikanan tangkap,” jelasnya.
Muhammad Faris Hakim Al As'ad, Mahasiswa Jurusan PK menilai bahwa pembukaan prodi ini merupakan langkah positif dalam menghadapi perkembangan sektor perikanan modern. “Pembukaan prodi baru ini menunjukkan bahwa jurusan semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama melalui penerapan teknologi seperti smart fishing dan teknologi akuakultur yang membuat mahasiswa lebih siap menghadapi kebutuhan industri,” nilainya.
Pindo menegaskan bahwa ketersediaan fasilitas praktik maupun tenaga pengajar telah memadai untuk mendukung seluruh kegiatan akademik di kedua prodi baru tersebut. Penggunaan fasilitas dilakukan secara bergantian dengan prodi yang sudah ada sebelumnya. “Mengenai sarana dan prasarana tidak ada masalah karena kami menerapkan sistem sharing resource. Peralatan dapat digunakan bersama dengan prodi lama karena memiliki kebutuhan yang hampir sama. Begitu pula dengan tenaga pengajar, kami telah memiliki SDM mumpuni dari prodi sebelumnya karena secara keilmuan masih satu rumpun, hanya berbeda pada jenjang level pendidikannya saja,” tutupnya. (*)
Reporter: Suci Fadhila Rahmawati, Elsa Cahyaningtyas Wahyuni
Penyunting: Akbar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar