Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menambah area parkir untuk mengatisipasi meningkatnya volume kendaraan sivitas akademika khususnya mahasiswa. Penambahan tempat parkir tersebut dilakukan di beberapa titik terkhususnya di Gedung Kuliah Bersama (GKB) dan Area Gedung Lab Analisis serta Gedung Seroja.
Kondisi parkiran yang padat menimbulkan akses kendaraan terhambat dan menimbulkan kemacetan di jam sibuk. Namun dalam proses peralihannya berbagai keluhan kian muncul dari mahasiswa.
Contohnya di area Gedung Lab Analis, beberapa hari terakhir terganggu dikarenakan lahan parkiran yang sepenuhnya belum siap digunakan. Ditambah kondisi cuaca hujan sehingga membuat tanah pada parkiran tersebut menjadi basah dan licin.
Danica Felicia, Mahasiswi Program Studi (Prodi) Agribisnis Pangan (AGBP) mengatakan bahwa lebih efektif menggunakan jalur parkir yang lebih tertata dibandingkan yang baru. “Menurut saya lebih efektif yang dulu di belakang Gerung Seroja. Karena lebih tertutup, lebih enggak kelihatan. Kalau disini seperti berantakan, terus lebih kelihatan sempit banget, jadi jalan akses ke gedungnya tuh kayak terbatas,” ujarnya.
Elvina Destia, Mahasiswi Prodi AGBP juga menilai kondisi hujan membuat jalan yang berair dan berlumpur dapat menimbulkan risiko terpeleset dan membuat sepatu menjadi kotor. “Kalau untuk motor kotor, sepatu kotor itu sudah terkena di kami, dan sangat membuat kami kesulitan mengeluarkan motor. Karena licin lebih rawan kepleset sih ya kalau mengeluarkan motor,” ujarnya.
Diketahui pihak Polinela menyadari masalah tersebut dan telah menerapkan sejumlah langkah cepat, untuk meminimalkan kendala. Polinela mulai menimbun area parkir dengan batu kerikil untuk mengurangi becek, sehingga kendaraan dapat keluar masuk dengan lebih aman. Namun padatnya aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) membuat mobil material belum bisa masuk secara leluasa, sehingga pengerjaan dilanjutkan secara bertahap.
Bambang, Wakil Ketua Keamanan Kampus menjelaskan bahwa lokasi parkiran yang becek dan berlumpur masih dalam pengerjaan, dikarenakan area yang penuh dengan kendaraan dan waktu kuliah yang padat belum bisa untuk memasukkan mobil pengantar batu. “Itu masih dalam pengerjaan, berhubung ini hujan lebat dan becek. Kasian juga parkir disitu jadi dialihkan, nah begitu hujan pertama itu saya langsung laporan keatas. Sudah ditimbun batu kerikil seperti di parkiran belakang GKB,” ungkapnya.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa proses penataan parkiran masih membutuhkan waktu dan penyesuaian, terutama karena kondisi lapangan yang belum sepenuhnya siap. Meskipun demikian, pihak kampus terus berupaya mencari solusi sementara agar aktivitas mahasiswa tetap berjalan lancar, termasuk dengan melakukan pengalihan lokasi parkir dan menata ulang area yang terdampak hujan.
Bambang mengungkapan bahwa fasilitas parkir Polinela masih kurang memadai, sehingga perlunya kerja sama antar sesama sivitas akademika. “Fasilitas parkir Polinela masih kurang memadai, tata parkirnya belum teratur, dan tempatnya juga belum nyaman. Fasilitas memang sedang dibenahi sehingga kerja sama sangat diperlukan agar semuanya berjalan lancar,” ungkapnya.
Bambang juga berharap kepada sivitas akademika untuk dapat mengikuti arahan dari pihak keamanan dan mengikuti peraturan yang ditetapkan. “Tolonglah sesama sivitas akademika dapat menuruti arahan dari kami dalam memakir kendaraan dan dapat mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan,” tutupnya.(*)
Penulis : Nur Baiti, Jhon Hanan Sipakkar
Penyunting : Nayla



