Jurusan Budidaya Tanaman Pangan (BTP) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) tengah menyelesaikan pembangunan fasilitas yang akan menjadi tempat penjualan produk pertanian sekaligus ruang belajar praktik nyata bagi mahasiswa. Fasilitas ini, akan dinamai Fresh Market, yang merupakan bagian dari Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Vokasi yang diterima oleh jurusan tersebut.
Tujuan didirikannya fasilitas ini untuk penjualan produk pertanian seperti menyediakan buah, sayur, dan produk olahan berkualitas bagi civitas akademika Polinela dan juga berfungsi sebagai Teaching Factory (Tefa) untuk mata kuliah, seperti Pasar Panen dan Pemasaran. Fasilitas ini tidak hanya ditujukan untuk produk Jurusan BTP, tetapi akan menjadi pusat produk dari berbagai jurusan lain di Polinela.
Desi Maulida, Koordinator Jurusan BTP menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu inisiatif dari Repitalisasi Perguruan Tinggi Vokasi dan juga Program yang bertujuan untuk memproduksi buah dan sayur yang telah tersertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Organik (LSO). "Ini sebenarnya adalah salah satu program dari Repitalisasi Perguruan Tinggi Vokasi. Kami akan memproduksi buah dan sayur, dan rencananya sebagian akan dijual termasuk sayuran organik yang telah tersertifikasi oleh LSO,” ujarnya.
Selain fasilitas Tefa, Polinela juga sedang menambah kapasitas area parkir mahasiswa untuk menyesuaikan peningkatan jumlah kendaraan di lingkungan kampus. Pekerjaan pembangunan diarahkan pada sejumlah titik yang selama ini mengalami kepadatan, termasuk area di sekitar Gedung Kuliah Bersama (GKB) dan lokasi lain yang berpotensi digunakan sebagai kantung parkir tambahan. Upaya penataan kembali ini dilakukan agar akses keluar-masuk kendaraan dapat berjalan lebih teratur serta mampu menampung kebutuhan parkir dari gedung-gedung yang berada di sekitarnya.
Agassi, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hortikultura menuturkan bahwa lahan parkir saat ini belum ideal dikarenakan pada beberapa area parkir seperti di sekitar GKB dan Gedung Sakura yang berpotensi digunakan sebagai area parkir tambahan. “Penambahan area parkir diperlukan karena kapasitas parkir di GKB belum mencukupi, beberapa area yang tidak semestinya digunakan untuk parkir masih dimanfaatkan contohnya di depan kantin GKB, dan lokasi di belakang Gedung Sakura juga berpotensi menjadi area parkir tambahan bagi gedung-gedung di sekitarnya,”
Agassi berharap dengan adanya penambahan lahan parkir membuat mahasiswa nyaman dan bisa lebih tertib dalam memakirkan kendaraanya. “Diharapkan penambahan lahan parkir dapat meningkatkan kenyamanan mahasiswa dalam memarkir dan mengambil kendaraan, disertai dengan pengaturan yang lebih tertib seperti penandaan jalur, bantuan pengaturan arus kendaraan oleh satpam, serta penerapan arus dua arah pada titik rawan macet,” harapnya.
Pembangunan gazebo baru di beberapa titik kampus juga turut menambah ruang terbuka bagi mahasiswa. Fasilitas ini ditempatkan di area yang sebelumnya minim tempat duduk atau tempat berteduh, sehingga kini dapat dimanfaatkan sebagai ruang istirahat, lokasi diskusi, maupun belajar kelompok. Dengan penambahan ini, Polinela kini memiliki enam gazebo.
Jeza Frandika, Prodi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) mengatakan sebelum adanya gazebo, polinela minim tempat duduk dan berteduh untuk mahasiswa beristirahat dan berdiskusi. “Sebelum ada gazebo, area tersebut minim tempat duduk, sehingga mahasiswa sering kesulitan mencari tempat nyaman untuk beristirahat atau berdiskusi. Kini gazebo menjadi fasilitas yang paling sering digunakan untuk belajar kelompok, mengerjakan tugas, hingga rapat kecil,” tutupnya.(*)
Penulis : Amanah F Zahra, Devi Damayanti
Penyunting : Heidy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar