Beranda

Semangat dan Solidaritas, Bangkitkan Api Juang di Polinela Fair 2025

 

Suasana Pertandingan Badminton di Gedung Serba Guna POLINELAq | Perssukma.id/ Dok. BEM KBM Polinela

Ajang perlombaan tahunan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) Fair 2025 kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Polinela. Kegiatan ini berlangsung sejak Senin, 3 November hingga puncaknya nanti pada 13 November 2025. Mengusung tema “Bangkitkan Api Juang, Rajut Kebersamaan, Berbeda Langkah Satu Tujuan”, acara ini bertujuan untuk mencari bakat dan keterampilan mahasiswa, sekaligus memperkuat tali silaturahmi serta menjalin kebersamaan antar Program Studi (Prodi) maupun Jurusan di Polinela.

Handika Setiadi, Ketua Pelaksana (Ketuplak) Polinela Fair2025 menjelaskan bahwa tema tersebut diambil sebagai bentuk membangkitkan semangat mahasiswa. "Tema tersebut diambil untuk membangkitkan semangat membara mahasiswa muda dan menekankan pentingnya kerja sama tim dari setiap jurusan atau prodi. Dan juga untuk memperkuat tali silaturahmi serta merajut kebersamaan di KBM Polineladengan ajang mencari bakat dan keterampilan mahasiswa," jelasnya. 

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Olahraga (UKMO), Polinela Fairtahun ini dijalankan secara mandiri oleh BEM. Kegiatan tersebut menghadirkan tujuh cabang perlombaan, yaitu badminton, futsal, voli putra, solo song, debat, Mobile Legends, dan parade antar jurusan.

Iskandar Nufailis, Wakil Presiden (Wapres) KBM Polinela mengungkapkan bahwa Polinela Fair telah diselenggarakan secara tahun ke tahun. "Tahun ini Polinela Fair 2025 memiliki beberapa perbedaan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut yaitu menghadirkan perlombaan debat namun meniadakan orasi, yang sebelumnya ada pada Polinela Fair. Karena memang kita juga melihat permintaan juga dari beberapa Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) untuk melihat kekompakan dari jurusan-jurusan juga," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama perlombaan, seperti tindakan anarkis atau perkelahian, panitia menetapkan peraturan tegas dengan sanksi diskualifikasi bagi pelanggar. Aturan mengenai suporter dan teknis perlombaan juga telah disepakati serta ditandatangani oleh Wakil Direktur (Wadir) III, Pembina BEM, dan Presiden Mahasiswa (Presma) sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban serta sportivitas acara.

Thomas Herbintang, Mahasiswa Prodi Prikanan Tangkap menilai kegiatan ini penting sebagai sarana kebersamaan dan penyegaran di luar kegiatan akademik. “Penting banget, karena di sini ada perlombaan juga kekeluargaannya. Ditambah ada juga yang ke kampus itu cuma kelas aja gada kegiatan atau kumpulan-kumpulan itulah ya kalau kayak gini lebih seru,” ujarnya.

Iskandar berharap kepada seluruh Mahasiswa Polinela untuk menjadi satu dalam menjaga kekompakan dan solidaritas. “Mau lembaga, mau UKM, semua itu sama. Kita harus benar-benar menjaga kekompakan dan solidaritas. Jangan sampai malah acara ini menimbulkan gesekan-gesekan yang tidak ada artinya. Intinya saya mau seluruh mahasiswa ini merasa bahwa kita ini benar-benar satu dan benar-benar kompak,” tutupnya. (*)

 

Penulis : Ningrum, Shofa Desmalia

Penyunting : Jhon

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar