Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan (BTP) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) menggelar talkshow bertema “Pengelolaan Limbah Tanaman Kopi (Biochar)” dalam rangkaian Lampung Fest Coffee Education 2025. Kegiatan dilaksanakan Selasa, 18 November 2025, di Paviliun Kopi Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim, Bandar Lampung.
Talkshow menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, Sismita Sari, serta Dosen Pengelolaan Perkebunan Kopi (PPK) Polinela. Acara ini dihadirkan oleh Mahasiswa Jurusan Perkebunan Polinela, perwakilan instansi, dan masyarakat umum.
Bela Ayu Pratiwi, Dosen Jurusan BTP menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan keilmuan kopi secara menyeluruh kepada masyarakat. “Salah satu Program Studi (Prodi) kita adalah PPK. Jadi di sini kita mengenalkan kepada masyarakat, tentang pengetahuan kopi yang mana dapat dipelajari dari hulu sampai hilir,” jelasnya.
Bela mengatakan tema pada acara biochar dipilih karena masih banyak limbah kopi yang belum dimanfaatkan oleh petani. “Umumnya petani hanya memanfaatkan bijinya saja. Padahal limbah seperti kulit kopi dapat diolah menjadi biochar yang dapat menyuburkan tanah dan memperbaiki lahan,” jelasnya.
Bela juga memaparkan bahwa tantangan terbesar dalam penerapan biochar adalah kurangnya pengetahuan petani mengenai pengolahan limbah. “Tantangannya adalah bagaimana mendampingi petani agar mereka mengetahui bahwa limbah kopi itu punya nilai guna. Banyak petani belum mengetahui caranya, sehingga diperlukan kegiatan pengabdian untuk memberikan pengetahuan,” ungkapnya.
Bela menambahkan bahwa mahasiswa turut mempraktikkan hilirisasi kopi melalui berbagai produk turunan. “Mahasiswa bukan hanya membuat biochar, tetapi juga produk lain seperti sabun kopi dan teh dari ranting kopi. Praktik tersebut masuk dalam hilirisasi yang dipelajari langsung oleh mahasiswa,” tambahnya.
Rizky Felix Apyhan, peserta acara Talkshow menyampaikan bahwa materi biochar membuka wawasan baru baginya terkait pemanfaatan limbah pertanian. “Materi tentang biochar menarik karena membahas pengolahan limbah. Limbah pertanian itu banyak, dan kadang tidak dimanfaatkan. Dari acara ini saya tahu bahwa kulit kopi yang biasanya dibuang bisa menjadi biochar yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi tanah,” ungkapnya.
Rizky juga mengharapkan ilmu yang diperolehnya dapat membantu petani dalam mengelola limbah kopi. “Saya berharap ilmu yang saya dapat bisa disampaikan kepada petani. Karena masih banyak petani yang membuang kulit kopi hasil pengeringan padahal limbah tersebut bisa dimanfaatkan,” harapnya.
Talkshow ini merupakan rangkaian kedua dari tiga materi dalam Lampung Fest Coffee Education 2025. Materi pertama membahas budidaya kopi organik, sedangkan rangkaian ketiga akan mengangkat topik hilirisasi kopi. (*)
Penulis : Yunika Maritasari, Natasya Rohimah
Penyunting : Nayla
Tidak ada komentar:
Posting Komentar