Beranda

Pengenalan Potensi Wisata dan UMKM Desa Kelawi Melalui Fam Trip 2025

 

Pengrajinq Desa Kelawi memperagakan pembuatan sulam tapis kepada peserta Fam Trip | Perssukma.id /Natasya

Familiarization Trip (Fam Trip) Desa Wisata Kelawi yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) Perjalanan Wisata (PW) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) bersama Pusat Inkubator Bisnis (PIB) Polinela dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Lampung, menghadirkan berbagai aktivitas pengenalan potensi wisata, seni budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini menjadi rangkaian terakhir dari program pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan desa wisata yang telah berlangsung selama enam bulan.

 

Program pendampingan tersebut melibatkan dua desa wisata, yaitu Desa Sungai Langka dan Desa Kelawi. Selama periode pendampingan dilakukan pelatihan, penyediaan fasilitas, serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM dan penggerak wisata desa. Peserta Fam Trip terdiri atas media, pelaku tour and travel, dan Mahasiswa Prodi PW dari berbagai perguruan tinggi di Lampung.

 

Pada Fam Trip yang dilaksanakan Sabtu, 22 November 2025, di Desa Kelawi, rangkaian aktivitas yang diperkenalkan kepada peserta mencakup Agrowisata Alpukat Sipit Kelawi, Workshop UMKM Kreatif, eksplorasi hutan dan trekking Batu Alif untuk jalur paragliding, serta kunjungan ke Pantai Minang Rua sebagai salah satu wisata pesisir. Meskipun tidak seluruh aktivitas dilakukan pada kegiatan hari itu, rangkaian tersebut menjadi gambaran paket wisata yang akan dikembangkan pada tahap berikutnya.

 

Meyliana Astriyantika, Kepala Prodi (Kaprodi) PW Polinela menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi untuk mengembangkan potensi desa wisata berbasis UMKM dan ekonomi kreatif. “Tahun ini Prodi PW bekerja sama dengan BI Perwakilan Provinsi Lampung. Program ini merupakan pendampingan bagi UMKM dan penggerak wisata di dua desa wisata, yaitu Desa Sungai Langka dan Desa Kelawi,” ujarnya.

 

Pemilihan desa dilakukan oleh BI dengan pertimbangan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing desa. Desa Sungai Langka dikenal dengan produk sulam jelujur, sedangkan Desa Kelawi telah berkembang hingga tingkat nasional dan masuk dalam Top 5 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Desa ini memiliki daya tarik berupa pantai, gua, air terjun, jalur trekking, serta UMKM Sulam se-Lampung.

 

Program pendampingan berlangsung sejak Juni hingga November 2025 dan menghadirkan narasumber nasional untuk memberikan pelatihan kepada pelaku wisata dan UMKM. Fam Trip menjadi agenda rangakaian terakhir sebelum dilaksanakan evaluasi dan monitoring bersama BI.

 

Farhan Habibullah, Peserta dan Mahasiswa Pariwisata Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberinya pemahaman langsung mengenai pengelolaan destinasi dan potensi lokal. “Saya mendapatkan pemahaman tentang daya tarik wisata Desa Kelawi, pengelolaan destinasi, serta interaksi langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.

 

Ahmad Yandi, Ketua Muli Mekhanai sekaligus pembina sanggar seni menjelaskan bahwa kelompoknya berupaya mempertahankan seni tradisional sebagai identitas desa. “Kami ingin kembali ke tradisional. Kalau untuk kemewahan, kami tidak sanggup dari sisi pendanaan. Cara supaya kami dilirik orang adalah kembali ke tradisional. Makanya kami membuat sulam tapis dan menampilkan tari-tarian,” jelasnya.

 

Tarian yang ditampilkan antara lain Tari Tupping dan Sigeh Pengunten. Kostum yang digunakan memiliki ciri khas Lampung Selatan karena dibuat dari kelaras pisang dan daun-daunan. Kelompok seni yang dipimpinnya beranggotakan sekitar 56 orang, terdiri atas pelajar hingga ibu-ibu. Pada peringatan 17 Agustus, kelompok tersebut dapat menampilkan hingga 18 pertunjukan secara sukarela.

 

Farhan berharap pada kegiatan selanjutnya dapat penambahan sesi diskusi dan semakin banyak kegiatan yang optimal. “Perencanaan waktu dapat lebih terstruktur, ada penambahan sesi diskusi, dan promosi yang lebih luas agar peserta semakin banyak dan kegiatan lebih optimal,” tutupnya.

 

Fam Trip Desa Wisata Kelawi menjadi sarana untuk menampilkan hasil pendampingan sekaligus memperlihatkan kolaborasi antara masyarakat, pelaku seni, akademisi, dan mahasiswa dalam mengembangkan pariwisata desa. Dengan kekayaan budaya, potensi alam, serta dukungan program pendampingan dari institusi pendidikan dan BI, Desa Kelawi memiliki peluang untuk berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan di Provinsi Lampung. (*)

 

 

Penulis : Natasya Rohimah, Adit Indra Lesmana


Penyunting : Heidy

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar