Beranda

Huru-Hara Kelas Malam Polinela, Tuai Pro dan Kontra

 

Suasana kelas malam di gedung Smart Food Security Polinela | Perssukma.id/ Dok. UKM Pers SUKMA


Politeknik Negeri Lampung (Polinela) pada semester ini memperluas kebijakan perkuliahan dengan mengadakan kelas malam, yang sebelumnya hanya dilakukan terbatas di beberapa Program Studi (Prodi). Penerapan kelas malam tersebut diinisiasi untuk menciptakan atmosfer akademik yang lebih hidup, tidak hanya di siang hari, tetapi juga pada malam hari.

Dwi Puji Hartono, Wakil Direktur (Wadir) I Polinela menjelaskan bahwa kelas malam sebenarnya sudah berjalan di beberapa semester sebelumnya, namun baru kali ini dilegalkan secara resmi. “Kalau semester kemarin itu sudah ada beberapa prodi yang melakukan pembelajaran malam, tapi belum kita izinkan secara resmi. Semester ini kita deklarasikan, kita izinkan untuk diperluas agar kampus tetap hidup tidak hanya siang hari, tapi juga malam,” jelasnya.

Dwi menambahkan, tujuan utama kebijakan ini adalah untuk meningkatkan suasana akademik kampus. “Salah satu pertimbangannya agar atmosfer akademik kita lebih hidup. Kampus tidak langsung sepi jam lima atau jam enam sore, tetapi masih ada kegiatan sampai malam,” ujarnya.

Terkait pembatasan jam, Dwi menegaskan bahwa perkuliahan malam tidak diperbolehkan hingga larut. “Sementara ini kita batasi sampai pukul 7 atau 8 malam, tidak bisa sampai tengah malam. Sehingga, kualitas tetap dijaga dan prosesnya dalam pengawasan jurusan masing-masing. Nanti sambil kita lihat kesiapan dari sisi infrastruktur dan keamanan,” tegasnya.

Dwi menambahkan bahwa pihak kampus menyiapkan dukungan dari sisi penerangan dan keamanan. “Kita sudah koordinasi untuk penambahan lampu di area yang masih gelap, juga menugaskan satpam berpatroli rutin di malam hari. Penjaga gedung pun sudah diarahkan untuk memfasilitasi kegiatan malam,” jelasnya

Mengenai keterlibatan, ia menyebut bahwa dosen dan jurusan berperan penting dalam pengaturan. “Tidak semua jurusan ada kelas malam. Dalam perumusan, dosen diwakili oleh pimpinan jurusan dan Kepala Prodi (Kaprodi), karena merekalah yang mengatur jadwal. Evaluasi juga terus kita lakukan, setiap bulan ada rapat pimpinan untuk menindaklanjuti laporan jurusan,” katanya.

Henry Kurniawan, Dosen Prodi Manajemen Informatika (MI), menilai pembelajaran malam memiliki kelebihan sekaligus kekurangan. Suasana malam yang tenang dapat membuat mahasiswa lebih fokus. “Enaknya, mahasiswa lebih fokus dan suasananya lebih tenang. Yang menjadi kekhawatiran adalah ketika mereka pulang, keselamatan di luar kampus menjadi perhatian,” ungkapnya.

Sementara itu, Andrean Ridho Fatoni, Mahasiswa Prodi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) menyampaikan bahwa kelas malam menurutnya kurang efektif. “Menurut saya ini kurang efektif karena pada saat jam malam mahasiswa sudah tidak fokus untuk menerima materi,” ungkapnya.

Andrean juga mengeluhkan kendala jarak dan keamanan saat pulang kuliah. “Rumah saya cukup jauh dan pulang-pergi, jalanan sekitar Natar itu gelap jadi cukup berisiko kalau ada kuliah malam,” jelasnya.

Dwi berharap bahwa pembelajaran malam dapat meningkatkan pembentukan karakter dan soft skill mahasiswa. “Keberhasilan seseorang banyak ditentukan oleh soft skill. Kami berharap atmosfer akademik yang hidup ini turut meningkatkan kemampuan hard skill dan soft skill sehingga lulusan Polinela benar-benar siap bekerja,” tutupnya. (*)

Penulis : Rizky Naufal, Andika Sandi Pranata

Penyunting : Jhon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar