Beranda

Workshop Public Speaking, Tingkatkan Komunikasi Mahasiswa

 

(20/06/2026) Suasana Workshop Public Speaking UKM Garda Kedisiplinan Polinela untuk mengasah kemampuan komunikasi mahasiswa |Perssukma.blogspot.com/Ilham Miftahul Huda

Sabtu, 20 Juni 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Garda Kedisiplinan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menyelenggarakan Workshop Public Speaking dengan tema “Articulate & Elegant: Mengubah Gagasan Menjadi Pesan Berpengaruh” guna meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa di era digtial. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Polinela dan menghadirkan Marlinda Apriyani sebagai pemateri.

Ayu Keisa Irmawati, Ketua Pelaksana (Ketuplak) mengatakan bahwa workshop ini digelar untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa akan keterampilan komunikasi di era digital. Menurutnya, banyak mahasiswa memiliki gagasan bagus namun kesulitan menyampaikannya secara jelas dan persuasif. “Banyak mahasiswa memiliki ide-ide brilian, namun sering kali terkendala dalam menyampaikan secara lurus dan persuasif. Oleh karena itu, kami menyelenggarakan workshop ini sebagai wadah untuk menjembatani kebutuhan tersebut agar anggota Garda maupun mahasiswa umum memiliki bekal soft skill komunikasi yang kuat,” katanya.

Dalam pemaparan materi, Marlinda menjelaskan bahwa kemampuan public speaking merupakan keterampilan penting bagi mahasiswa untuk membuka peluang di dunia organisasi maupun rekrutmen kerja. “Kemampuan public speaking sangat penting bagi mahasiswa karena kecakapan dalam mengungkapkan pendapat dapat mengubah banyak hal. Keterampilan ini mampu menempatkan kita pada situasi yang lebih baik sekaligus memberikan banyak kesempatan, seperti saat menjalani wawancara kerja,” jelasnya.

Perkembangan media sosial saat ini mempermudah interaksi digital, namun kemampuan menyampaikan gagasan secara lisan tetap menjadi kebutuhan nyata bagi generasi muda. Saat ini, sebagian besar mahasiswa masih menghadapi kendala krisis kepercayaan diri saat berbicara di depan publik. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh minimnya budaya literasi serta kurangnya pemahaman mendalam terhadap konteks materi yang akan disampaikan.

Agung Adi Candra, Wakil Direktur (Wadir) III Bidang Kemahasiswaan Polinela menyampaikan bahwa public speaking merupakan ujung tombak dari seluruh kompetensi yang dipelajari mahasiswa. Menurutnya, keahlian seseorang tidak akan diketahui pihak lain jika tidak dikomunikasikan dengan baik. “Public speaking ini adalah endpoint dari segala hal yang kita pelajari. Apa pun kompetensi yang kita miliki, baik hard skill maupun soft skill, harus disajikan dan disampaikan kepada pihak lain,” sampainya.

Youvana Devi Febrian, Peserta mengungkapkan ketertarikannya mengikuti workshop ini untuk meningkatkan keterampilan public speaking guna menunjang kegiatan akademik dan persiapan kerja. “Saya mau memiliki soft skill public speaking. Sesuai dengan manfaat yang ditawarkan, saya ingin mencari relasi dan mengembangkan rasa percaya diri saat berbicara di depan umum,” ungkapnya.

Ayu berharap manfaat dari workshop ini dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh peserta. “Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial berkala. Bagi peserta, semoga ilmu yang didapat terus dilatih dalam kehidupan sehari-hari. Karena public speaking adalah soal jam terbang,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Risqia Asya Dewi, Ilham Miftahul Huda

Penyuting: Dina


Tidak ada komentar:

Posting Komentar