![]() |
Suasana pelaksanaan aksi Berindah oleh Paguyuban KSE Polinela di Pura Bhuana Shanti | Perssukma.id/Rahma Yuliyanti |
Paguyuban
Karya Selemba Empat (PKSE) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar aksi
sosial Bersihkan Rumah Ibadah (Berindah) bertema “Pengabdian Masyarakat:
Bersama Menjaga Kebersihan Tempat Ibadah” yang dilaksanakan di Pura Bhuana
Shanti pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh
Divisi Pengabdian Masyarakat PKSE ini melibatkan berbagai Unit Kegiatan
Mahasiswa (UKM) di Polinela. Selain bertujuan menjaga keasrian tempat ibadah,
agenda ini menjadi wadah nyata untuk memupuk rasa toleransi dan gotong royong
antarumat beragama.
Hikmah
Asmaul Husna, Ketua Pelaksana (Ketuplak) kegiatan ini mengungkapkan bahwa
program tahunan ini sengaja menyasar tempat ibadah yang berbeda setiap tahunnya
untuk memperluas jangkauan pengabdian mahasiswa. “Tahun lalu kami
melaksanakannya di masjid dan tahun ini di Pura Bhuana Shanti. Tujuannya adalah
untuk menunjukkan bahwa kita semua adalah makhluk sosial yang harus berbakti
kepada Tuhan dengan cara menjaga kesucian tempat ibadah,” ungkapnya.
Persiapan
kegiatan ini menghadapi beberapa tantangan, diantaranya perbedaan latar
belakang agama di jajaran panitia sempat menjadi kendala dalam memahami tata
krama serta konsep lingkungan tempat ibadah tersebut. Keterbatasan pengetahuan
ini justru menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk saling belajar dan
meningkatkan rasa tanggung jawab dalam menjaga kesucian tempat ibadah lintas
agama.
M Dede
Kurniawan, Peserta Berindah menjelaskan alasannya dalam mengikuti kegiatan ini
yang dinilai mengandung nilai kebaikan di dalamnya. “Dengan saya mengikuti
kegiatan ini banyak memberikan dampak
positif serta memberi kebaikan untuk semua pihak dan menjadi salah satu bentuk
toleransi sesama umat beragama,” jelasnya.
Ketut Selat,
Penjaga Pura Bhuana Shanti mengapresiasi kegiatan ini karena inisiatif
mahasiswa adalah perwujudan toleransi yang sangat positif di tengah masyarakat.
“Kebersihan merupakan bagian dari iman bagi setiap umat beragama, apa pun
agamanya. Saya sangat mendukung jika kegiatan ini terus berlanjut karena wujud
dari tolernasi beragama dan wujud bakti kita kepada sesama manusia serta bakti
kepada tuhan,” apresiasinya.
Dede
mengungkapkan bahwa kegiatan di Pura ini memberikan kesan luar biasa karena
menghadirkan agenda yang berbeda dari sebelumnya. Ia menekankan pentingnya
kontribusi dan tanggung jawab bersama agar semangat ini terus berlanjut ke
tempat ibadah lainnya. "Ini pertama kalinya kami melaksanakan kegiatan
yang berbeda di sini. Saya berharap kita tetap konsisten menjalankan agenda
seperti ini demi menjalin silaturahmi yang baik dengan tempat ibadah lainnya
nanti," tutupnya. (*)
Penulis: Rahma Yuliyanti, Rayi Solehah
Penyunting: Bila

Tidak ada komentar:
Posting Komentar