Beranda

Revitalisasi Minat Pramuka di Kalangan Mahasiswa

Meilina, Ketua Dewan Racana Putri Pramuka Polinela 2024/2025

Menurunnya minat mahasiswa terhadap kegiatan Praja Muda Karana (Pramuka) di perguruan tinggi menjadi fenomena yang patut mendapat perhatian. Dalam konteks pendidikan karakter, Pramuka yang sejak lama dikenal sebagai wadah pembentukan kepemimpinan, kedisiplinan, dan integritas seharusnya memiliki posisi setara dengan organisasi kemahasiswaan lainnya.

Sayangnya, stigma “kegiatan membosankan” dan “panas-panasan” masih melekat di benak sebagian mahasiswa. Padahal, di tingkat perguruan tinggi, Pramuka hadir dengan wajah yang berbeda. Unit ini berfokus pada pengembangan program kerja, pembinaan karakter, dan pelatihan kepemimpinan. Program seperti Kursus Mahir Dasar (KMD) bahkan memberikan sertifikat pembina sebuah pencapaian yang jarang ditemukan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) lainnya.

Sebagai bagian dari komunitas Pramuka kampus, saya menyaksikan langsung bahwa kesalahpahaman ini merugikan dua pihak sekaligus: organisasi Pramuka kehilangan anggota potensial, sementara mahasiswa kehilangan peluang mengasah soft skill yang berharga. Banyak yang lebih memilih bergabung dengan UKM atau HMJ tanpa mempertimbangkan potensi unik yang ditawarkan Pramuka.

Padahal, Pramuka menawarkan pengalaman beragam mulai dari pengenalan alam, kegiatan antar kampus, hingga program pembinaan bersertifikat. Anggota aktifnya berkesempatan menjadi agen perubahan positif yang dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk memahami nilai-nilai kepramukaan sejati.

Namun, saya akui kelemahan Pramuka terletak pada minimnya promosi dan eksistensi di media sosial. Program unggulan seperti Dies Natalis atau Scout Competition sering kali tidak terdengar di luar lingkaran internal. Tanpa strategi komunikasi yang modern dan relevan, sulit bagi Pramuka untuk menarik perhatian generasi mahasiswa saat ini.

Revitalisasi citra Pramuka adalah sebuah keharusan. Pramuka harus tampil segar, aktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Sebab, mengabaikan potensi Pramuka berarti melewatkan kesempatan membentuk pemimpin berkarakter di kampus.(*)

Penulis: Meilina

Penyunting: Sani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar