![]() |
| Suasana Upacara HUT ke-80 RI, Dihadiri Mahasiswa Baru Polinela 2025 | Perssukma.id/Rizky Naufal |
Minggu, 17 Agustus 2025 Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menyelenggarakan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang berlangsung di lapangan belakang Gedung Serba Guna (GSG) Polinela. Setelah upacara pengibaran bendera merah putih selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Pra-Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 yang dilakukan di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Polinela.
Momentum ini sekaligus
menjadi titik awal bagi 2.836
Mahasiswa Baru (Maba) Polinela dalam menapaki perjalanan akademik mereka.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, PKKMB 2025
melibatkan kerjasama antara Program Studi (Prodi) Pengelolaan Konveksi dan
Acara (PKA), dosen, Karyawan Polinela, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
Garda Kedisplinan serta mahasiswa yang ditugaskan untuk membantu.
Sarono, Direktur
Polinela menegaskan bahwa upacara kemerdekaan bukan sekadar kegiatan
seremonial, tetapi mengisyaratkan makna yang mendalam bagi Maba. “Merdeka itu tidak datang begitu saja, tetapi melalui perjuangan
berat, tumpah darah, bahkan nyawa. Karena itu, kita harus memahami bahwa tugas kita sekarang adalah mengisi
kemerdekaan dengan kontribusi nyata, khususnya melalui pendidikan dan
kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sarono menambahkan
tahun ini Polinela mencatat sekitar 2.836 Maba yang sudah resmi terdaftar, akan tetapi jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah menjadi
sekitar 3.000 Mahasiswa setelah proses administrasi selesai. “Jumlah Mahasiswa tahun ini
yang sudah registrasi secara resmi 2.836. Jadi
ini masih ada yang belum registrasi, karena yang mandiri masih dalam proses dan
beberapa masih ada perubahan Uang Kuliah Tunggal (UKT), sehingga kemungkinan
mahasiswa kita akan bertambah menjadi sekitar 3.000,” tambahnya.
Sarono menekankan bahwa
PKKMB 2025 mengusung dua tema penting yaitu, menyenangkan dan berprestasi. “PKKMB bukan hanya adaptasi, tapi juga pembekalan nilai disiplin,
kemandirian, serta kebanggaan terhadap bangsa. Harapan kami Maba nanti keluar dari
kampus ini bukan sekadar biasa-biasa saja, tapi menjadi luar biasa, semuanya
harus berprestasi,” tegasnya.
Helidatasa Utami, Dosen
Prodi PKA menekankan pentingnya nilai kedisiplinan dan nasionalisme yang
ditanamkan sejak awal melalui momentum kemerdekaan. “Upacara ini adalah bentuk
rasa syukur kita sebagai bangsa Indonesia. Dengan mengikuti upacara, mahasiswa
semakin cinta tanah air. Harapannya, Maba lebih semangat kuliah,
lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, dan siap berkontribusi untuk bangsa,”
ungkapnya.
Ibrahim Abdurrahman,
Maba Prodi Teknologi Produksi Tanaman Pangan
(TPTP) mengutarakan
kesan dan harapannya saat mengikuti upacara
kemerdekaan pertamanya di Polinela. “Rasanya senang sekali, bisa bertemu
teman-teman baru dan suasana kampus yang ramah. Harapannya, lewat PKKMB nanti
saya bisa lebih mudah beradaptasi, menambah banyak kenalan, dan belajar sebelum
memulai kuliah,” jelasnya.
Andrean Ridho Fatoni,
Maba Prodi Teknik Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) mengaku cukup kebingungan
ketika berbaris di lapangan serta berharap kedepannya dapat dijelaskan secara
merinci. “Cukup
memuaskan walaupun agak bingung waktu berbaris sesuai jurusan atau prodinya. Harapannya untuk PKKMB nanti semoga setiap
penjelasan tentang kehidupan kampus, pemahaman tentang prodi apa saja yang ada
di Polinela, dan sebagainya dapat dijelaskan secara rinci dan jelas,” tutupnya.
Dengan semangat
kemerdekaan yang berpadu dengan semangat akademik, ini
menjadikan momentum titik awal perjuangan sebagai
mahasiswa. (*)
Penulis :Rizky Naufal, Nayla Putri
Penyunting :Heidy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar