Beranda

KMHIPO Mengabdi IV, Wujudkan Dharma Melalui Aksi Nyata

 

Foto bersama Keluarga Mahasiswa Hindu Polinela beserta masyarakat desa Kedung Ringin|Perssukma.id/ Doc KMHIPO


Keluarga Mahasiswa Hindu Polinela (KMHIPO) telah menyelenggarakan program tahunan bertajuk KMHIPO Mengabdi IV dengan tema “Menumbuhkan Kesadaran Dharma dan Bakti Melalui Aksi Nyata di Masyarakat”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 1 hingga 3 Agustus 2025, di Desa Kedung Ringin, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur.

Program ini menjadi wujud nyata kontribusi Mahasiswa Hindu Polinela kepada masyarakat, khususnya dalam mengimplementasikan nilai-nilai dharma melalui pendekatan edukatif, sosial, budaya, dan spiritual. Dengan mengusung konsep Tri Hita Karana, KMHIPO Mengabdi IV menyatukan tiga harmoni utama dalam ajaran Hindu, yaitu hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

I Wayan Rio, Ketua Umum (Ketum) KMHIPO menyampaikan bahwa target utama dalam program ini adalah masyarakat Hindu yang tinggal di wilayah yang belum banyak tersentuh kegiatan pembinaan. "Adapun target utama program ini adalah masyarakat Hindu yang berada di daerah yang belum banyak tersentuh kegiatan pembinaan, termasuk anak-anak, remaja, lansia, serta tokoh adat," ucapnya.

Sebelum pelaksanaan, panitia melakukan survei kebutuhan lokal, berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, dan merancang program berdasarkan potensi serta tantangan yang ada di wilayah tersebut.

Berangkat dari hasil survei kebutuhan masyarakat, panitia KMHIPO menyusun ragam kegiatan yang menyentuh banyak aspek kehidupan warga dari pembuatan canang, pelatihan dharmawacana dan sloka untuk remaja, diskusi hukum pindah agama dalam Hindu, hingga praktik yoga dan penanaman mangrove sebagai aksi cinta bumi. Kegiatan ini tidak hanya membagikan ilmu, tapi juga merawat nilai-nilai lokal dan spiritual.

I Wayan Rio juga menuturkan sejumlah tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan, seperti keterbatasan logistik, adaptasi dengan masyarakat baru, serta pengelolaan waktu dan perizinan. "Meski menghadapi sejumlah tantangan seperti keterbatasan logistik, akses transportasi, dan adaptasi terhadap lingkungan baru, panitia berhasil mengatasinya dengan menjalin komunikasi aktif bersama tokoh masyarakat dan melibatkan warga secara langsung," tuturnya.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kedung Ringin, tokoh adat dan masyarakat setempat, kelompok Pemuda Hindu Pradah, serta dosen pembina dari Politeknik Negeri Lampung (Polinela). Pihak kampus menyambut baik program ini karena dinilai selaras dengan misi penguatan soft skill, pelestarian nilai budaya, serta pengabdian kepada masyarakat.

Made Yuda Saputra, Ketua Pelaksana (Ketuplak) menyampaikan bahwa program ini memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di tengah tantangan masyarakat. “Program ini muncul dari kebutuhan untuk menguatkan peran ahasiswa Hindu sebagai agen perubahan sosial di tengah berbagai tantangan masyarakat seperti rendahnya literasi pendidikan, kurangnya pemahaman keagamaan di tingkat akar rumput, serta minimnya ruang kolaboratif antar generasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat Hindu agar menjadikan setiap kegiatan sebagai bentuk pelayanan suci. "Seluruh mahasiswa hindu dan masyarakat luas untuk menjadikan setiap langkah kecil kita sebagai bagian dari pelayanan suci menuju kehidupan yang lebih baik," tutupnya.

KMHIPO Mengabdi IV membuktikan bahwa dharma bukan sekadar kata dalam kitab suci, melainkan bisa hadir dalam tindakan nyata yaitu mengajar, berbagi, dan menyatu dengan masyarakat. (*) 


Penulis : Ahmad Muhajir, M.Danadyaksa Aryasatya

Penyunting : Nayla

Tidak ada komentar:

Posting Komentar