Beranda

Illogical Vol. 4, Kolaborasi Seni dalam Sebuah Cerita

Penampilan teater dalam acara Illogical Vol. 4 UKM BS di GSG Polinela|Perssukma.id/Heidy Putri Shafira

 

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bidang Seni (BS) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) kembali mengadakan Illogical Vol. 4 dengan tema “Whispers Bring Destruction” di Gedung Serba Guna (GSG) Polinela. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 9 Agustus 2025, dengan menghadirkan kolaborasi unik dari enam divisi seni seperti Musik, Teater, Seni Rupa, Paduan Suara, Tari, dan Perkusi, yang terjalin erat dengan alur cerita.

Lanjutan dari Illogical Vol. 3 tahun kemarin, tentang Alex tokoh utama pada acara ini yang mengalami tekanan psikologis dan bisikan gaib yang merasuki pikirannya. Meninggalkan kampung halaman untuk merantau di sebuah kota yang membuatnya menghadapi perbedaan budaya dan pergaulan.

Cerita yang di tampilkan pada acara ini merupakan pendekatan drama psikologis bercampur unsur thriller, di mana penonton diajak menyelami perjalanan batin Alex melalui rangkaian kilas balik yang mengungkap luka masa lalunya. Adegan-adegan dibangun dengan memperlihatkan pergulatan batin Alex yang dihantui rasa bersalah serta godaan bisikan gaib. Penampilan pada acara ini didukung dengan koloborasi antar divisi seperti musik dan penampilan tari yang memperkuat jalannya cerita.

Jansen Marcelino, Ketua Pelaksana (Ketuplak) sekaligus Ketua Divisi (Kadiv) Teater mengakui tantangan terbesar adalah membagi fokus antara menyusun naskah dan mempersiapkan jalannya acara. “Mungkin tantangannya sedikit bagi otak, karena harus menyusun naskah, running, dan penampilan divisi. Kadang kalau lagi mampet, udah stop nyusun naskahnya. Dan mungkin kalau solusi lebih banyak baca,” ungkapnya.

Jansen juga menambahkan kolaborasi antar divisi yang ditampilkan menjadi penentu jalan pada acara ini. “Kolaborasi antar divisi terjalin satu sama lain. Misalnya, adegan pembunuhan didukung oleh Paduan Suara yang menyanyikan lagu-lagu sedih tentang kematian, serta kolaborasi Musik dan Tari dengan lagu "So Far Away" yang memiliki makna serupa,” tambahnya.

Ulin Nuha Alfani, Pembina UKM BS Polinela menilai tema tersebut sangat relevan dengan fenomena yang dialami mahasiswa dalam menghadapi perbedaan budaya saat merantau ke kota. “Banyak mahasiswa dari desa contohnya yang menghadapi perbedaan budaya dan pergaulan di kota, namun baik buruknya pergaulan itu tergantung lingkungan. Dari cerita ini meskipun kita sering di salahkan oleh orang tua dan merasa terkadang dunia tidak adil, kita tidak harus berbuat hal-hal yang melanggar norma dimanapun kita berada,” ujarnya.

Acara ini terbuka untuk umum dengan biaya masuk yang gratis sebagai bagian dari perayaan HUT UKM BS Polinela yang ke-13. Fahmi Ghozali, salah satu penonton turut mengapresiasi pertunjukan yang dinilai kompak, tata panggung rapi dengan cerita yang berkesan. “Sangat menarik dan bagus sekali, apalagi bagi yang punya minat dalam seni. Penampilan divisi nya juga sangat kompak, tata panggung yang bagus serta penyampaian pertunjukan yang sangat baik dan berkesan,”  ujarnya.

Ulin juga menambahkan bahwa kegiatan seni seperti ini dinilai dangat penting untuk pengembangan soft skill dan kreativitas mahasiswa. “Sangat penting, karena ini ajang untuk menunjukkan bakat masing-masing divisi, karena kalau hanya latihan tetapi tidak pernah tampil tentunya akan membuat bakat yang dimiliki sulit untuk berkembang,” tambahnya.

Ulin berharap UKM BS Polinela dapat terus semakin kompak, bersinar, dan selalu berperilaku sesuai norma yang berlaku. “Potensi anak-anak UKM BS semakin hari semakin menunjukkan performa yang maksimal dari seluruh divisi, apalagi dengan latihan yang konsisten insyaallah akan semakin bersinar. Harapan saya semoga semakin kompak, semakin bersinar tentunya, dan selalu berperilaku sesuai norma berlaku,” tutupnya. (*)

 

Penulis: Heidy Putri Shafira, Nando Atmajaya

Penyunting: Nurul

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar