Beranda

Nyepeak Campus Polinela 2026, Strategi Tepat Memilih PTN


 Diskusi vokasi bersama Polinela, fokus 70% praktik dan kolaborasi langsung dengan industri | Pressukma.id/UKM Pers SUKMA 


Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Studi Mahasiswa Riset Terapan (SMART) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar Nyepeak Campus Polinela (NCP) bertema “Menata Asa, Membuka Akses Menuju Masa Depan Cemerlang” pada Sabtu, 28 Februari 2026, secara Dalam Jaringan (Daring) melalui platform Zoom Meeting.Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Direktur (Wadir) III Polinela, Agung Adi Candra, dan menghadirkan Koordinator Kehumasan, Adi Widodo sebagai pemateri.

NCP merupakan agenda tahunan yang digelar untuk membantu calon mahasiswa dalam menentukan pilihan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dituju. Kegiatan ini dinilai penting untuk memberikan arahan yang jelas dalam merencanakan masa depan pendidikan, sehingga calon mahasiswa tidak sekadar mengikuti arus tanpa pertimbangan yang matang.

Okto Viter Arfanius, Ketua Pelaksana (Ketuplak) menjelaskan latar belakang diadakannya NCP karena menyadari banyaknya keraguan yang dialami lulusan sekolah menengah dalam menentukan langkah studi lanjut. “Di tengah kebingungan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat, kami datang dengan kegiatan NCP yang bertujuan memberikan informasi kepada seluruh siswa-siswi di Indonesia terkait jalur masuk kampus, terutama jalur masuk kampus Polinela,” jelasnya.    

Adi mengungkapkan bahwa Polinela hadir dengan membawa solusi nyata bagi siswa yang menginginkan kesiapan kerja melalui pendidikan tinggi. “Polinela mempersiapkan diri melalui sosialisasi dan promosi tentang PTN Vokasi, kurikulum berbasis praktik 70 persen, link and match dengan industri, teaching factory (Tefa), laboratorium modern, hingga program magang industri,” jelasnya.

Materi yang disampaikan mencakup sistem seleksi PTN, profil Program Studi (Prodi), hingga peluang karier lulusan, dengan penekanan pada pentingnya soft skill. Peserta juga mendapatkan informasi mengenai berbagai peluang pembiayaan pendidikan. Beberapa di antaranya meliputi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Bantuan Biaya Pendidikan Mahasiswa Sekitar Bukit Asam (Bidiksiba) PT Bukit Asam, Beasiswa Bank Indonesia (BI), Beasiswa Unggulan (BU), Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), hingga dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah dan mitra industri.

Adi juga menyampaikan alasan mengapa para lulusan sekolah menengah harus mempertimbangkan Polinela sebagai pijakan karier mereka. Menurutnya, Polinela menawarkan berbagai keunggulan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. “Polinela merupakan kampus vokasi unggul, mitra kerjasama yang luas, lulus tepat waktu, banyak program beasiswa, dan menekankan keterampilan melalui praktik kompetensi,” jelasnya. 

Muhammad Qolby Ramadhan, Siswa SMS Negeri 1 Air Naningan, mengungkapkan ketertarikannya mengikuti kegiatan ini karena kebutuhan ruang konsultasi terbuka. “Dalam mempersiapkan diri untuk memasuki perguruan tinggi, terkadang saya bingung dalam beberapa hal. Saya merasa perlu menanyakan hal ini kepada mereka yang memang sudah paham dan menjalani, namun saya tidak tahu harus bertanya ke mana. Saat melihat adanya NCP yang memfasilitasi calon generasi emas Indonesia untuk bebas bertanya tentang dunia perkuliahan, di situlah saya tertarik mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya. 

Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan tidak hanya sebagai penyampaian informasi tetapi memberikan solusi atas masalah yang sering dialami para calon mahasiswa.

Adi berpesan bahwa memilih masa depan bukan tentang mengikuti arus, melainkan tentang memahami kapasitas diri. “Untuk menentukan pilihan karier tidak hanya sekedar gengsi tetapi tentang potensi dan kebermanfaatan. Hal ini penting karena karier akan menentukan arah pendidikan yang akan dipilih dan menghindari kesalahan dalam mengambil pilihan PTN dan Jurusan,” tutupnya. (*)


Penulis : Jhon Hanan Sipakkar, Siti Nur Rani

Penyuting : Bila 

Perkuat Pendidikan Vokasi, Polinela Hadirkan 6 Prodi Baru

 
Ilustrasi pemanfaatan teknologi dalam pengembangan sektor pertanian dan perikanan berkelanjutan | Perssukma.id/Resa Nurvia

Politeknik Negeri Lampung (Polinela) telah membuka enam Program Studi (Prodi) baru pada periode 2025/2026, akan menerima mahasiswa dan melaksanakan pembelajaran pada Tahun Ajaran (TA) baru 2026/2027 mendatang. Pembukaan prodi ini merupakan bagian dari pengembangan institusi dalam melakukan transformasi sesuai dengan visi misi Polinelaserta menjawab kebutuhan industri maupun masyarakat.

Dwi Puji Hartono, Direktur Polinela menjelaskan bahwa pengembangan prodi ini telah dilakukan jauh hari, sesuai dengan rencana pengembangan institusi yang terkait di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Polinela dari 2020-2045. ”Sesuai dengan rencana pengembangan institusi yang terkait di dalam RPJP Polinela 2020-2045 dan juga tertuang di dalam Rencana Strategis (Renstra) 2020/2024 yang telah diperbarui menjadi Renstra 2025-2029,” jelasnya. 

Tersebar di beberapa jurusan, prodi baru ini mencakup 5 Sarjana Terapan (S1 Terapan) dan 1 Magister Terapan (S2 Magister Terapan). Enam prodi baru tersebut, antara lain:

1. S1 Terapan Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan

Prodi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan berada di bawah Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan (BTP) dan merupakan program lanjutan dari Diploma 3 (D3) Produksi Tanaman Perkebunan. Kehadiran jenjang S1 Terapan ini menjadi pelengkap dari D3, di mana para alumni bisa mengambil gelar S1 Terapan tanpa konversi Satuan Kredit Semester (SKS) yang banyak. Mahasiswa dibekali pengetahuan tentang pembibitan, budidaya, pemupukan, panen, pengendalian hama dan penyakit, serta pascapanen berbasis teknologi modern dan berkelanjutan.

 

2. S1 Terapan Teknologi Cerdas Penangkapan Ikan (TCPI)

Prodi TCPI berada di bawah Jurusan Perikanan dan Kelautan (PK). Prodi ini hadir untuk memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat di bidang perikanan dan kelautan. Keberadaan ProdiTCPI juga didukung oleh kondisi geografis Provinsi Lampung yang memiliki keunikan tersendiri, karena diapit oleh dua karakteristik perairan laut yang berbeda, yakni Samudra Hindia di sisi barat dan Laut Jawa di sisi timur. Prodi TCPI adalah wadah bagi mahasiswa untuk mempelajari alat tangkap, sistem navigasi, sensor laut, pemetaan daerah penangkapan ikan, serta pemanfaatan data dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan perikanan tangkap. 

 

3. S1 Terapan Akuakultur 

Jurusan PK juga membuka Prodi Akuakultur. Prodi Akuakultur dan ProdTCPI memiliki kesamaan dalam penerapan berbasis teknologi, namun Prodi Akuakultur secara khusus berfokus untuk mempelajari budidaya organisme perikanan. Proses pembelajaran dirancang dengan memanfaatkan teknologi untuk manajemen kualitas air, pemberian pakan, kesehatan ikan, sistem budidaya intensif, serta inovasi teknologi akuakultur berkelanjutan.

 

4. S1 Terapan Teknologi Pangan Halal (TPH)

Prodi TPH berada di bawah Jurusan Teknologi Pertanian (Tektan). Prodi TPH merupakan pengembangan dari Prodi Teknologi Pangan (Tepa) yang sebelumnya sudah ada. Secara spesifik prodi ini memasukkan prinsip kehalalan Islam dalam seluruh rantai proses pangan. 

 

5. S1 Sains Data Terapan

Prodi Sains Data Terapan berada di bawah Jurusan Teknologi Informasi (TI). Prodi ini mempelajari tentang pengolahan dan analisis data. Mahasiswa dibekali kemampuan untuk mengumpulkan data, pengelolaan basis data, penguasaan tools pemrograman, analisis statistik, visualisasi data hingga penerapan machine learning sederhana di berbagai sektor terapan. 

 

6. S2 Magister Terapan Manajemen Inovasi Agribisnis

Prodi Manajemen Inovasi Agribisnis adalah program magister yang mempelajari pengelolaan agribisnis dengan penekanan pada inovasi untuk mendukung daya saing dan ketahanan pangan. Dimana sebelumnya Polinela telah memiliki Prodi Magister Terapan Ketahanan Pangan (MTKP). Prodi Manajemen Inovasi Agribisnis ini menggabungkan manajemen, agribisnis dan inovasi. Mahasiswa mempelajari bagaimana mengelola usaha pertanian, menciptakan, menerapkan dan mengelola inovasi agribisnis.

Pindo Witoko, Ketua Jurusan (Kajur) PK mengungkapkan bahwa sumber daya laut Indonesia melimpah, sehingga memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat mengelola dan memanfaatkan teknologi di bidang kelautan dan perikanan. ”Kita mencoba menyiapkan SDM nya, dimana SDM itu bisa mengolah, mengembangkan teknologi untuk membantu pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Nabilah Nur Azizah mahasiswa Prodi Agribisnis Pangan (AGBP) berharap bahwa dengan adanya Prodi baru ini bisa menjadi pusat inovasi dan solusi pengembangan berskala nasional. ”Harapan saya prodi prodi ini tidak hanya menjadi nama baru, tetapi menjadi pusat inovasi dan solusi. Tentunya bukan hanya untuk pengembangan daerah, tapi juga untuk pengembangan nasional. Semoga kedepannya Polinela makin dikenal sebagai kampus vokasi yang unggul dan berkontribusi nyata untuk Lampung dan Indonesia,” tutupnya. (*)

Reporter   : Nayla Putri Syafira Arrovi, Missel Keisya

Penyuting : Dina 


Dialog Terbuka di DPRD, Mahasiswa Desak Perubahan Pendidikan

 

Senin 23 Februari 2026 Mahasiswa Desak Perubahan Pendidikan di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung | Perssukma/ Fazzel Affan

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung pada Senin, 23 Februari 2026. Aksi ini mengangkat tema ”Gelap Gulita Pendidikan Indonesia” sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait persoalan pendidikan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Aditya Putra Bayu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) mengatakan bahwa aksi kali ini menyoroti persoalan akses pendidikan, pemerataan fasilitas, hingga kesejahteraan tenaga pendidik. ”Untuk tuntutan kali ini kami fokus pada isu pendidikan,” ujarnya.

Massa aksi berasal dari berbagai perguruan tinggi dan himpunan mahasiswa di Lampung. Perwakilan Aliansi Lampung Melawan menyampaikan orasi secara bergantian selama kurang lebih 45 menit, hingga aparat kepolisian membuka akses kawat berduri dan situasi tetap berjalan kondusif.

Pukul 13.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), sejumlah perwakilan Aliansi Lampung Melawan diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi kepada Ahmad Giri Akbar, Ketua DPRD Provinsi Lampung dan Kostiana, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung serta sejumlah anggota dewan, yaitu Yanuar Irawan, Ketua Komisi Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Thomas Amirico, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

M. Zakki Kurniawan, Jenderal Lapangan, menyampaikan bahwa seluruh tuntutan telah diterima dan ditandatangani oleh pihak terkait. ”Alhamdulillah mereka turun dan mendengar aspirasi dari kami. Tuntutan sudah kami sampaikan kepada mereka dan diterima dengan baik,” syukurnya.

Adapun enam poin tuntutan yang dibawa, yaitu:

1.      Menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama kebijakan negara.

2.      Mewujudkan pendidikan gratis.

3.      Menambah anggaran pendidikan.

4.      Meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

5.      Memindahkan siswa SMA Siger ke sekolah yang memiliki legalitas dengan jaminan beasiswa.

6.      Mendorong regulasi pajak progresif untuk dialokasikan sebagai anggaran pendidikan. 

Zakki juga menambahkan terkait poin tuntutan yang membahas Sekolah Menengah Atas (SMA) Siger di bawah Yayasan Siger Prakrasa Bunda yang merupakan program sekolah gratis untuk keluarga kurang mampu. Dalam hal ini perlu menjadi perhatian serius, terutama terkait legalitas dan penggunaan anggaran yang harus diawasi secara transparan. “SMA Siger yang menjadi masalah bagi kami, karena sudah di konsolidasikan sejak beberapa hari lalu. Kami sudah menyampaikan terkait permasalahannya tinggal direalisasikan oleh pihak pemerintah,” ungkapnya.

M. Fahry Arief Billah, Perwakilan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengatakan terdorong ikut aksi karena menyangkut pendidikan, sehingga akan berdampak pada masa depan generasi muda. “Alasannya sederhana, karena ini soal masa depan kita dan generasi selanjutnya,” katanya. 

Aditya juga menegaskan akan terus mengawal realisasi kebijakan dalam kurun waktu 3 x 24 jam. “Kami akan menunggu realisasi dalam waktu 3 x 24 jam. Jika tidak ada langkah konkret, kami akan kembali turun dengan massa yang lebih besar,” tegasnya.

Aksi ditutup dengan tertib dan mahasiswa tetap menegaskan bahwa dialog yang telah dilakukan tidak sebatas berhenti pada aksi kali ini, melainkan akan terus berlanjut sebagai langkah nyata, demi perbaikan kualitas pendidikan di Lampung. (*)

 

Penulis:Rino Eqi Pratama, Uswatunnisa

Penyunting : Bila