Beranda

Mahasiswa MI Polinela, Raih Juara 1 Putra Grand Culture Lampung 2025

 

Govin Gautama, mahasiswa MI Polinela, juara 1 Putra Grand Culture Lampung 2025 | Perssukma.id/ Dok. Govin 

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Informatika (MI) Politeknik Negeri Lampung (Polinela). Govin Gautama, berhasil meraih juara 1 Putra Grand Culture Lampung 2025 pada ajang Alnay Of The Yearyang digelar pada Sabtu, 06 Desember 2025 di Hotel Azana Lampung. Ajang Putra Putri Grand Culture Lampung merupakan kompetisi budaya tingkat provinsi yang diikuti finalis dari berbagai kampus di Lampung. Prestasi ini diraih setelah melalui proses karantina, penilaian public speaking, penampilan budaya, hingga fashion show.

Tri Sandhika Jaya, Kepala Program Studi (Kaprodi) MI mengungkapkan rasa syukur dan bangga karena Mahasiswa MI Kembali menorehkan prestasi, di bidang apapun. “Saya sangat bersyukur kepada Govin karena berhasil menjadi finalis juara satu Putra Grand Culture Lampung 2025. Ini menunjukkan bahwa Mahasiswa MI berprestasi di berbagai bidang, termasuk minat bakat, dan kami sangat mendukung mahasiswa mengikuti kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Govin mengungkapkan motivasinya dalam mengikuti ajang tersebut adalah diri sendiri dan tidak ingin berhenti di satu ajang, serta memperluas relasi di dunia peagent. “Motivasi utama saya sebenarnya diri sendiri, karena memang saya mulai terjun didunia peagent dan muli meghanai, namun saya tidak ingin bergantung di satu ajang tapi ingin menambah relasi. Jadi, saya mengikuti ajang Putra Grand Culture,” ungkapnya.

Afandi Jaya Pratama, Mahasiswa Prodi Akuntasi Bisnis Digital (AKBD) mengapresiasi prestasi Govin, ia menilai prestasi tersebut dapat meningkatkan reputasi Polinela serta mempromosikan budaya Lampung. “Saya sangat mengapresiasi, menunjukkan bahwa mahasiswa tersebut memiliki bakat, kemampuan,dan dedikasi tinggi dalam bidang budaya. Prestasi ini juga dapat meningkatkan reputasi kampus dan mempromosikan kebudayaan Lampung serta memotivasi mahasiswa lain untuk berprestasi,” nilainya.

Govin membagikan pengalamannya pada masa pra-karantina yang mendapat pengalam baru hingga bertemu peserta dari berbagai kampus yang kompetitif. “Banyak persiapan yang dilakukan mulai dari pra-karantina, latihan catwalkpublic speaking, hingga materi pembekalan. Namun melalui proses itu, justru kita dapat saling mengenal teman-teman kompetitif dari berbagai kampus di Lampung, tanpa merasa bersaing. karena masing-masing sudah memiliki tupoksi sesuai kemampuan,” ujarnya.

Govin menegaskan bahwa ia bersama tim telah menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat promosi budaya daerah Lampung, diantaranya mengadakan berbagai pertunjukkan budaya Lampung, menyelenggarakan fashion show dengan penampilan kreasi peserta, serta meningkatkan produksi konten budaya melalui Media Sosial (Medsos).

Afandi berharap bahwa Govin dapat terus menginspirasi mahasiswa lain dan memperkuat eksistensi budaya Lampung di era digital. “Saya harap pemenang dapat terus berprestasi dan menjadi inspirasi mahasiswa lainnya dan kampus dapat terus mendukung mahasiswa yang aktif di luar akademik,” harapnya.

Govin berpesan jangan pernah mengabaikan pariwisata dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Lampung. Generasi mudah diharapkan dapat memanfaatkan teknologi. “Pesan saya, jangan pernah takut mencoba hal baru dan jangan mengabaikan pariwisata serta UMKM lokal di Lampung. Seperti yang kita tahu Lampung memiliki banyak keindahan, seperti pantai dan Museum Lampung, serta UMKM yang beragam. Generasi muda harus memanfaatkan teknologi bukan untuk hal negatif, tetapi untuk berkontribusi secara positif, misalnya mempromosikan Museum Lampung yang kini sepi peminat melalui medsos seperti InstagramTikTok, dan platform lainnya,” tutupnya. (*)


 

Penulis : Heidy Putri , Ajeng Restu Prahamita

Penyunting : Jhon


Tidak ada komentar:

Posting Komentar