![]() |
| Belajar dari Tokoh Nasionalisme, Nilai yang Masih Relevan untuk Kita Hari Ini|Perssukma.id/Arya Rohmatullah |
Halo Sobat SUKMA!
Tahukah kalian, tokoh-tokoh nasionalisme Indonesia
punya peran besar dalam membentuk jati diri bangsa?
Mereka tidak hanya berjuang demi kemerdekaan, tapi
juga mewariskan nilai-nilai luhur yang tetap dibutuhkan di kehidupan berbangsa
dan bernegara saat ini.
Agustus itu bukan cuma soal lomba dan upacara, tapi
juga momen untuk merenungkan semangat juang yang bisa kita terapkan di era
serba digital dan cepat ini.
Nah, di bawah ini Minsuk bakal kasih tahu beberapa tokoh nasionalisme yang bisa kita ambil nilai positifnya.
1.
Ir.
Soekarno – Berani Punya Mimpi Besar
“Berikan Aku 10 Pemuda, akan ku
Guncang Dunia”
Beliau yakin, perubahan besar bisa
dimulai dari generasi muda. Kita juga bisa jadi penggerak lewat ide, karya,
atau komunitas, asalkan berani melangkah.
2.
Mohammad
Hatta - Hidup Sederhana, dan Prinsip Tegas
Dikenal jujur dan idealis. Meski punya jabatan tinggi, hidupnya tetap sederhana. Di dunia yang penuh pencitraan, kita butuh lebih banyak orang yang setia pada nilai, bukan sekadar gengsi.
3.
RA
Kartini - Ilmu untuk Semua
“Habis gelap terbitlah terang”
Kartini memperjuangkan hak belajar
perempuan di masa yang sulit. Hari ini, kita bisa melanjutkan semangatnya
dengan berbagi ilmu, mendukung sesama, dan terus belajar.
4.
Ki
Hajar Dewantara - Pemimpin yang Mengayomi
“Tut wuri handayani”
Gaya kepemimpinan beliau bukan yang otoriter, tapi mendampingi dan mendukung. Cocok buat anak muda yang aktif di organisasi, jadilah pemimpin yang menginspirasi, bukan mendominasi.
5.
Tan
Malaka - Berpikir Kritis & Independen
Pemikirannya sering berbeda dari
arus utama, tapi ia tetap teguh demi Indonesia yang bebas dan adil. Di zaman Media
Sosial (Medsos) & hoaks, kita butuh keberanian untuk berpikir kritis
dan tidak gampang ikut-ikutan tanpa analisis.
6.
Bung
Tomo - Suara yang Menggerakkan
Lewat radio, ia membakar semangat rakyat di Surabaya melawan penjajah. Kita juga bisa memanfaatkan platform yang kita punya untuk menyebar hal baik, semangat, dan kebenaran.
Mereka berjuang dengan pena,
pidato, aksi, dan tekad.
Kita bisa melanjutkannya lewat karya, pemikiran, dan dampak positif.
Ini bukan soal hidup di masa
perang, tapi soal hidup dengan semangat juang yang sama.
Dengan meneladani nilai-nilai tokoh
nasionalisme, kita memperkuat jati diri bangsa.
Penulis : Zelma Mustari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar