Beranda

Tindak Lanjut Aspirasi, BEM KBM Audiensi ke DPRD

 

Suasana audiensi di dalam Ruang Sidang Kantor DPRD | Perssukma.id/Arya Rohmatuloh


Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengadakan audiensi lanjutan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung pada Senin, 7 Juli 2025. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya dengan pimpinan kampus, di mana Mahasiswa Polinela berdiskusi langsung dengan Komisi V DPRD.

Audiensi ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan dalam dunia pendidikan, khususnya di tingkat menengah dan tinggi. Isu yang diangkat mencakup rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi, serta ketimpangan infrastruktur pendidikan di Provinsi Lampung. Mengingat Lampung merupakan provinsi dengan APK terendah di Sumatera, kondisi ini menjadi perhatian serius dan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah maupun pusat.

Dalam audiensi ini terdapat 5 poin yaitu:

1. Dampak implementasi Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025.

2. Kelayakan kurikulum pendidikan menengah dan tinggi yang relevan di era Society 5.0.

3. Kesiapan pengajar untuk mengimplementasikan pembelajaran di perguruan tinggi.

4. Rendahnya angka partisipasi kasar perguruan tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

5. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang tidak selaras dengan nilai rapor siswa.

Menanggapi isu-isu tersebut, audiensi berfokus pada topik pembaruan dan dinamika perubahan kurikulum nasional. Salah satu hal yang disoroti adalah kecenderungan perubahan kurikulum setiap kali terjadi pergantian menteri. Hal ini dipandang sebagai kewenangan pusat, namun mahasiswa berharap dapat diaspirasikan lebih lanjut ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung yang hanya mencapai 72,48 terendah di wilayah Sumatera menjadi alasan kuat untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Dalam forum tersebut, pihak DPRD menjelaskan bahwa pembagian tanggung jawab pengelolaan pendidikan telah diatur sesuai dengan kewenangan masing-masing, pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab atas jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), pemerintah provinsi mengelola Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sementara perguruan tinggi berada di bawah naungan kementerian.

Meski banyak kebijakan ditentukan oleh pemerintah pusat, DPRD Provinsi Lampung menyatakan akan mengoordinasikan dan menyampaikan seluruh aspirasi mahasiswa ke DPR RI. Isu terkait lemahnya kesiapan sumber daya manusia dari jenjang SMP ke SMA, yang kemudian berdampak pada mutu mahasiswa di perguruan tinggi, juga menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut.

Mahasiswa turut menekankan pentingnya kegiatan praktikum serta peran Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai dasar utama dalam pendidikan tinggi. DPRD menyampaikan bahwa poin-poin tersebut akan dikaji secara akademis melalui pendekatan muatan lokal dan otonomi pendidikan, sebagai upaya mendorong penguatan mutu pendidikan di tingkat daerah.

Bagus Eka Saputra, Presiden Mahasiswa (Presma) BEM KBM Polinela menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi pencapaian penting karena aspirasi mahasiswa didengar secara langsung oleh pemerintah. “Pencapaiannya adalah ketika aspirasi kami didengar secara langsung dan langsung disampaikan hingga pemerintah pusat. Saat audiensi tadi, kebetulan bersamaan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi, sehingga bisa menjadi bahan evaluasi untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.

Budhi Condrowati, perwakilan Komisi V DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) 6 menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa dan berkomitmen untuk mengawal isu pendidikan yang dibawa. “Kami mengapresiasi semangat kalian dalam mengawal isu pendidikan. Komisi V berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi kalian ke tingkat yang lebih tinggi. Meskipun waktu terbatas karena Pansus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), kami akan menjadikan ini bahan rekomendasi resmi ke pusat,” jelasnya.

Bagus berharap mahasiswa tetap peka terhadap isu-isu pendidikan dan terus mengawal proses demokrasi demi pendidikan yang lebih layak. “Harapannya, kita sebagai mahasiswa harus lebih memperhatikan permasalahan ini ke depannya dan bisa lebih peka terhadap masalah-masalah yang ada. Kita akan terus mengawal proses demokrasi ini hingga pendidikan kita menjadi lebih layak untuk Indonesia,” tutupnya. (*)

 

Penulis: Arya Rohmatuloh, Jhon Hannan Sipakkar

 Penyunting: Heidy

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar