Suasana pembukaan di Ruang Sidang Utama Polinela | Perssukma.id/Natasya Rohimah
Politeknik Negeri Lampung (Polinela) bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bidang Perikanan dan Agribisnis Perikanan menyelenggarakan seleksi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Lampung tahun 2025 khusus sektor Perikanan. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses seleksi sebelum peserta dikirim ke LKS tingkat nasional yang akan berlangsung akhir Juli 2025 di Depok, Jawa Barat.
Acara ini dibuka oleh Direktur Polinela, Sarono serta dihadiri Kepala Bidang SMK Provinsi Lampung dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Provinsi Lampung pada Senin, 1 Juli 2025 di Ruang Sidang Utama Polinela. Enam SMK dari enam Kabupaten/Kota turut berpartisipasi, yaitu:
1. SMKN 2 Metro (Metro)
2. SMKN 1 Ngambur (Pesisir Barat)
3. SMKN Padang Cermin (Pesawaran)
4. SMKN Ketapang (Lampung Selatan)
5. SMKN 1 Menggala (Tulang Bawang)
6. SMKN 1 Tulang Bawang Tengah (Tulang Bawang Barat)
Lomba LKS sektor Perikanan terdiri dari satu cabang lomba dengan empat sub kompetensi:
1. Pemijahan ikan secara buatan, dilaksanakan pada 1-2 Juli 2025 yang mencakup seleksi induk hingga pemijahan buatan.
2. Packing benih, dilaksanakan pada 2 Juli 2025.
3. Ujian teori tertulis
4. Presentasi makalah, dimana setiap peserta wajib menyusun makalah dan mempresentasikannya di hadapan dewan juri.
Rakhmawati, dosen Polinela yang juga bertindak sebagai juri menjelaskan bahwa kompetisi ini menekankan keseimbangan antara teori dan praktik. “Tahapan lomba dimulai dari pemijahan ikan buatan, pemeliharaan induk, hingga packing benih. Peserta juga diuji kemampuannya dalam ujian teori dan menyusun serta mempresentasikan makalah. Fokus penilaian terletak pada bagaimana peserta mampu menguasai teori sekaligus praktik lapangan, termasuk menghasilkan benih ikan berkualitas siap jual,” ujarnya
Aldi Huda Verdian, Ketua Pelaksana (Ketuplak) seleksi LKS mengungkapkan bahwa selama sepuluh tahun terakhir, sektor perikanan vakum karena tidak diikutsertakan dalam LKS Nasional oleh kementerian. “Polinela sudah rutin menjadi tempat seleksi LKS sektor perikanan hingga tahun 2015. Namun, bahwa selama 10 tahun terakhir sektor perikanan vakum karena tidak diadakan lomba di tingkat nasional oleh kementerian. Baru pada tahun 2025, sektor perikanan dibuka kembali dalam LKS Nasional. Untuk tahun ini, Polinela menjadi satusatunya tempat seleksi yang dilaksanakan di luar SMK, khusus untuk sektor perikanan,” jelasnya.
Rakhmawati menambahkan bahwa sebagai tuan rumah, Polinela menyiapkan seluruh fasilitas lomba seperti laboratorium, akuarium, alat pemijahan, bahan hormon, hingga indukan yang matang gonad. “Kami siapkan semua sarana dan prasarana agar peserta bisa fokus menunjukkan kemampuannya. Penjurian dilakukan oleh dosen, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), dan praktisi industri yang kompeten di Perikan Polinela ini,” tambahnya
Dalam penilaiannya, Rakhmawati juga menekankan pentingnya kreativitas dan inisiatif peserta. “Beberapa peserta mengembangkan inovasi seperti alat bantu penetasan, pengujian dosis hormon, serta teknik presentasi dengan nilai Hatchery Rate (HR) dan Survival Rate (SR) yang baik. Ini menunjukkan kesiapan mereka menghadapi tantangan dunia kerja maupun studi lanjut,” jelasnya.
Rahmawati berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni dunia perikanan. “Perikanan itu asyik dan menjanjikan. Di era modern ini, kita justru butuh lebih banyak inovasi agar sektor ini tidak ditinggalkan. Lampung memiliki potensi besar, baik dari perairan tawar maupun laut. Ini peluang besar bagi generasi muda,” harapnya.
Fadilia Auli Azizah, peraih Juara I seleksi, mengungkapkan rasa senangnya dapat mengikuti
perlombaan yang memberikan pengalaman baru dan kepercayaan sebagai perwakilan dari Kabupaten Tulang Bawang Tengah. “Saya mengikuti seluruh rangkaian lomba, mulai dari pemijahan ikan buatan, packing benih, ujian teori, hingga presentasi makalah. Alhamdulillah, tidak ada kendala karena persiapan sudah dibantu melalui pelatihan dari sekolah,” tutupnya. (*)
Penulis : Natasya Rohimah, Novia Faradiba
Penyunting : Refiah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar