![]() |
Suasana Polinela Tourism Fest 2025 di GSG Polinela | Perssukma.id/Arya Rohmatuloh |
Sukma_Polinela; Dalam upaya memperkuat kontribusi
dunia pendidikan terhadap sektor pariwisata berkelanjutan, Program Studi
(Prodi) Perjalanan Wisata (PW), Prodi Pengelolaan Perhotelan, dan Prodi
Konvensi dan Acara (PKA) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) berkerja sama
dalam mengadakan Polinela Tourism Fest
2025. Kegiatan ini mengusung tema “Synergistic
Tourism: Kolaborasi untuk Pariwisata Inklusif dan Berkelanjutan”. Acara ini
dilaksanakan pada 25-26 Juni 2025, di Gedung Serba Guna (GSG) Polinela.
Polinela Tourism Fest merupakan acara tahunan yang diselenggarakan sebagai
bagian dari Project Based Learning
dalam mata kuliah Pengelolaan Bisnis Event
dan Meeting, Incentive, Convention, and
Exhibition (MICE). Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa semester dua
untuk mempraktikkan langsung bagaimana materi perkuliahan. Penilaian Ujian
Akhir Praktikum (UAP) mahasiswa juga didasarkan pada keberhasilan mereka dalam
menyelenggarakan acara.
Damara Saputra Siregar, event coordinator menjelaskan perbedaan
acara tahun ini dengan tahun sebelumnya “Kalau tahun-tahun sebelumnya hanya
diselenggarakan oleh Prodi PW tahun ini kami melibatkan juga dua prodi lainnya
karena juga memiliki mata kuliah Pengelolaan Bisnis Event dan MICE. Maka dari
itu, kami gabungkan menjadi satu kegiatan kolaboratif,” jelasnya.
Selain sebagai ajang pembelajaran,
Damara Juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dimanfaatkan untuk mempromosikan
pariwisata Lampung. “Di awal acara kami menayangkan video promosi wisata
Lampung, dan dokumentasi serta publikasi acara ini juga kami sebarkan melalui
berbagai platform media sosial
seperti Instagram,” lanjutnya.
Acara ini turut dimeriahkan dengan
Lomba Poster, ekspo produk pariwisata, dan seminar Polinela Tourism Fest yang menjadi puncak kegiatan. Seminar dengan tema
“Sinergi Multisektor Pariwisata dalam Menghadapi Efisiensi Anggaran” ini turut
menghadirkan pembicara dari berbagai sektor seperti perjalanan wisata,
perhotelan, Event Organizer (EO), dan
konten kreatif
Ahmad Revany Nugraha Susunan, Ketua
Pelaksana (Ketuplak) Polinela Tourism
Fest 2025 menjelaskan bahwa kegiatan ini terdiri dari tiga agenda utama.
“Lomba yang diadakan dalam acara ini yaitu
lomba poster, ekspo produk pariwisata, dan seminar nasional. Untuk lomba
poster, terdapat dua kategori, yaitu mahasiswa tingkat nasional dan siswa
tingkat provinsi,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan kegiatan ini
bertujuan untuk menunjukan pariwisata bukan hanya sekedar soal destinasi. “Kami
ingin menunjukkan bahwa pariwisata bukan hanya soal destinasi, tetapi juga
pengalaman dan budaya lokal yang menyertainya. Dengan menampilkan beragam
produk, mulai dari kuliner khas daerah hingga peralatan wisata, tidak hanya
menampilkan kreativitas, tapi juga menjadi ajang promosi potensi lokal,”
lanjutnya.
Revany menambahkan beberapa kendala
dalam penyelenggaraan acara ini. “Salah satu kendala yang terjadi ialah karena
ini pertama kalinya tiga prodi digabungkan. Jadi, justru tantangan terbesarnya
adalah terlalu banyak ide, bukan kekurangan ide. Tapi setelah satu bulan
berjalan, chemistry kami mulai
terbentuk,” jelasnya.
Muhammad Arif Tamar, Mahasiswa
Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menyampaikan kesan pertamanya terhadap
Polinela dan acara ini. “Kesan pertama saya terhadap kampus Polinela sangat
positif, kampusnya hijau, bersih, dan rapi. Acaranya juga bagus karena mengangkat
isu pariwisata berkelanjutan yang sangat relevan,” ujarnya.
Muhammad berharap untuk Polinela Tourism Fest di tahun mendatang acara ini dapat terus berkembang dan meningkat. “Harapan saya ke depan, semoga acara ini terus berkembang dan bisa meningkat ke skala yang lebih besar lagi. Seperti yang dikatakan Pak Direktur tadi, ini bisa jadi platform bagi mahasiswa untuk menunjukkan perannya dalam membangun pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)
Reporter: Nadia, Arya
Rohmatuloh
Penyunting: Heidy

