Suasana di Lapangan Belakang Gedung Serba Guna Polinela | Perssukma.id/ Yudishtira
Jumat, 26 September 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar Seminar Kebangsaan Empat Pilar. Acara dengan tema “Kreatif, Inovatif, Berkarakter: Mahasiswa Polinela sebagai Pelopor Pengamalan Empat Pilar Kebangsaan” ini dilaksanakan di Lapangan Belakang Gedung Serba Guna (GSG) Polinela.
Acara dibuka oleh Agung Adi Chandra, Wakil Direktur (Wadir) 3 Polinela. Seminar ini menghadirkan Jihan Nurlela, Wakil Gubernur Provinsi Lampung, Putri Zulkifi Hasan, Wakil Ketua Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), serta Bagus Eka Saputra, Presiden Mahasiswa (Presma) Polinela. Diskusi berfokus pada empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Muhammad Fathur Risky Al Ghozy, Menteri Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) BEM KBM Polinela, menuturkan bahwa masih banyak mahasiswa yang belum memahami empat pilar kebangsaan. “Mahasiswa Polinela sekarang banyak yang masih kurang paham tentang empat pilar kebangsaan, Mahasiswa kurang kesadaran mengenai kedamaian NKRI,” ujarnya.
Menurut Ghozy, hal itu disebabkan berbagai tantangan yang harus dihadapi. “Tantangan pertama adalah mahasiswa sulit menghadapi arus informasi yang negatif. Kedua, melawan politik identitas dan korupsi. Ketiga, mengawal proses demokrasi. Dan terakhir, mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika,” lanjutnya.
Dalam seminar tersebut, Jihan Nurlela menjelaskan bahwa Pancasila sebagai salah satu pilar harus diposisikan sebagai dasar yang tidak boleh dirusak dan ditinggalkan. Semua sila dalam Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia berpesan agar Mahasiswa Polinela memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan. “Mahasiswa harus mengenal dengan menghafalkan dan mengimplementasikan empat pilar kebangsaan. Selama paham, kita dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, yang jelas Mahasiswa harus melakukan yang terbaik selama menjadi Mahasiswa. Jika di kemudian hari menjadi pemimpin, akan menjadi pemimpin yang hebat,” pesannya.
Raka Adhia, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) menilai acara ini sangat bermanfaat, terutama bagi Generasi Z (Gen Z) yang akan berperan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Acara ini berguna, terutama untuk Gen Z, karena mungkin sangat dibutuhkan menuju Indonesia Emas 2045, mungkin membuat diri kita maju untuk kedepannya. Agar Indonesia tidak menjadi Indonesia Cemas,” ujarnya.
Raka menambahkan, seminar ini sangat tepat bagi Mahasiswa Baru (Maba) Polinela karena dapat membantu pembentukan karakter. “Perannya sangat penting untuk Mahasiswa dari banyak materi yang disampaikan, terutama Maba agar menjadi contoh yang baik dari Mahasiswa,” tutupnya. (*)
Penulis : Heidy Putri Shafira, Yudishtira Falahulhelmi
Penyunting : Rizky

Tidak ada komentar:
Posting Komentar