Himpunan Mahasiswa
Jurusan (HMJ) Teknologi Informasi (TI) Politeknik Negeri Lampung (Polinela)
menggelar Workshop Artificial Intelligence (AI) dan persiapan
prakerja pada Sabtu, 4 April 2026, di Gedung Serba Guna (GSG) Polinela. Kegiatan dalam rangka Road to Dies Natalis
Polinela ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kesiapan mahasiswa
menghadapi dunia kerja di era digital. Workshop ini diselenggarakan
secara gratis dan terbuka untuk umum, khususnya mahasiswa TI.
Muhammad Ananda Ramadhan, Ketua Pelaksana (Ketuplak) menyampaikan bahwa workshop ini
dirancang sebagai wadah pembekalan awal bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia
kerja. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan pengetahuan praktis agar
mahasiswa tidak mengalami kesenjangan antara dunia kampus dan dunia industri. “Kegiatan
ini mempersiapkan mahasiswa agar tidak terkejut saat memasuki dunia kerja.
Peserta juga dibekali pemahaman tentang sistem kerja serta penggunaan AI secara
bijak,” ujarnya.
Muhammad Fari Madyan, Pemateri dari Komunitas Lampung Dev memberikan pandangannya
mengenai dampak perkembangan AI terhadap dunia kerja. Ia menjelaskan bahwa AI telah
membawa perubahan besar, khususnya di bidang teknologi. “Perkembangan AI sangat
pesat. Dalam dunia software engineering, pekerjaan yang sebelumnya
memakan waktu satu bulan kini dapat diselesaikan hanya dalam satu minggu,”
jelasnya.
Namun, ia juga menyoroti dampak lain dari kemajuan tersebut, yakni
meningkatnya efisiensi tenaga kerja yang berujung pada berkurangnya kebutuhan
pekerja di sejumlah sektor. Menurutnya, banyak industri kini melakukan
penyesuaian dan efisiensi operasional seiring penerapan teknologi AI, yang
berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja. Perubahan ini turut mendorong
pengurangan tenaga kerja di beberapa sektor yang terdampak otomatisasi.
Ahmad Muhajir, peserta dari Program Studi (Prodi) Manajemen Informatika
(MI) mengungkapkan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. “Saya jadi
lebih paham tentang AI dan lebih siap untuk menghadapi dunia kerja. Materinya
sangat bermanfaat dan membuka wawasan saya,” ungkapnya.
Muhammad Fari berpesan kepada seluruh peserta agar tidak hanya berhenti pada
pemahaman materi, tetapi juga mulai merencanakan langkah ke depan. Ia
menekankan pentingnya mengenali potensi diri dan menentukan arah karier sejak
dini. “Mahasiswa diharapkan mengetahui berbagai pilihan karier, kemudian mulai
fokus dan mengambil tindakan sejak sekarang,” tutupnya. (*)
Reporter : Eka Nursani, Rinto Irawan
Penyuting : Dian
